Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kimchi. (unsplash.com/Portuguese Gravity)
Ilustrasi kimchi. (unsplash.com/Portuguese Gravity)

Intinya sih...

  • Pemerintah AS mendorong pola makan sehat

  • Kimchi disorot sebagai makanan fermentasi yang mendukung kesehatan usus

  • Kimchi semakin populer di AS karena manfaat kesehatannya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kimchi baru-baru ini dimasukkan sebagai makanan baik bagi kesehatan usus dalam Pedoman Diet untuk Warga Amerika terbaru (2025-2030). Langkah ini merupakan upaya lebih luas pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di bawah inisiatif 'Make America Healthy Again'. Pembaruan ini merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa kesehatan usus telah menjadi bagian resmi dari kebijakan nutrisi AS.

Pedoman tersebut dirilis oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS bersama dengan Departemen Pertanian, pada 7 Januari 2026. Aturannya pun diperbarui setiap lima tahun sekali. Panduan ini berfungsi sebagai dasar untuk program pangan federal, termasuk makanan sekolah, ransum militer, dan program bantuan nutrisi, dilansir Korea Herald.

Pengakuan global ini membuktikan bahwa makanan pokok fermentasi Korea yang telah ada selama berabad-abad tersebut, memiliki potensi manfaat bagi kesehatan usus. Pedoman tersebut menyarankan untuk mengonsumsi kimchi bersamaan dengan sayuran dan makanan kaya serat lainnya.

1. Kekhawatiran pemerintah terhadap pola makan di AS

Pemerintah AS mendorong warganya untuk mengonsumsi lebih banyak makanan utuh dan yang diproses seminimal mungkin. Serta, merekomendasikan pengurangan makanan ultra-olahan dan zat aditif buatan yang dapat mengganggu kesehatan pencernaan dan berkontribusi pada masalah kesehatan kronis.

Sebagai alternatif, makanan fermentasi disajikan sebagai bagian dari diet yang bertujuan untuk mendukung keseimbangan pencernaan. Tindakan ini mencerminkan evaluasi kembali pemerintah tentang bagaimana diet memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Para pejabat kesehatan mengacu pada meningkatnya kekhawatiran terkait pola makan di AS. Dilaporkan, sekitar 70 persen orang dewasa mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Diperkirakan, satu dari tiga remaja dianggap berisiko terkena diabetes.

2. Peran kimchi dalam mendukung kesehatan usus

Ilustrasi pembuatan kimchi. (unsplash.com/huiyeon kim)

Dalam pedoman itu, Kimchi disorot bersama dengan makanan seperti sauerkraut, kefir, dan miso. Mereka dianggap sebagai makanan fermentasi yang membantu mendukung kesehatan usus dengan menjaga keanekargaman mikrobioma.

Penelitian selama dekade terakhir menunjukkan bahwa mikrobioma yang seimbang dan beragam memberikan lebih dari sekadar manfaat bagi pencernaan. Ia berperan dalam fungsi kekebalan tubuh, metabolisme, dan bahkan kesehatan otak, yang memengaruhi bagaimana tubuh merespons stres dan peradangan. Mikrobioma usus mengacu pada komunitas besar bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya yang hidup di saluran pencernaan.

Kimchi biasanya terbuat dari kubis napa dan berbagai macam sayuran yang difermentasi dengan bumbu, seperti bawang putih, bubuk cabai merah, jahe, dan makanan laut asin. Saat fermentasi dimulai, bakteri asam laktat alami berkembang biak dengan cepat, menurunkan pH dan menciptakan lingkungan asam yang mendukung mikroba bermanfaat. Inilah yang membuat kimchi menonjol karena kandungan probiotiknya.

Menurut penelitian dari World Institute of Kimchi, jumlah bakteri asam laktat dalam kimchi dapat meningkat. Dari tahap awal fermentasi sekitar 100 ribu per gram, menjadi lebih dari 100 juta per gram setelah matang sepenuhnya.

Namun, para ahli memperingatkan tentang kadar natriumnya yang tinggi, dengan merekomendasikan porsi sekitar 40-60 gram. Mereka menekankan keseimbangan daripada kelebihan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap garam.

3. Kimchi menjadi populer di AS karena manfaat kesehatannya

Potret kota New York di Amerika Serikat. (pexels.com/jimmy teoh)

The Korea Times melaporkan, dalam beberapa tahun terakhir, kimchi semakin populer di AS. Ia muncul di menu restoran dan rak toko bahan makanan, jauh di luar komunitas Korea. Masuknya kimchi dalam pedoman diet, memberi dukungan resmi kepada makanan yang sering diperkenalkan melalui tren kesehatan daripada kebijakan pemerintah.

Sejak pedoman tersebut dirilis oleh pemerintah AS, blog makanan dan akun media sosial mulai memposting penjelasan tentang kimchi. Ini mulai dari apa itu kimchi, bagaimana cara membuatnya, dan bagaimana perbedaannya dengan sayuran fermentasi lainnya. Sebelumnya, lonjakan perhatian hanya didorong oleh tren probiotik, tetapi minat saat ini lebih kepada bobot pedoman resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team