Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembuat Dokumenter Gaza Raih Penghargaan, Kecam Penyensoran BBC
logo BBC (unsplash.com/appshunter.io)
  • Film dokumenter 'Gaza: Doctors Under Attack' memenangkan BAFTA TV Awards kategori isu terkini, meski sebelumnya dibatalkan penayangannya oleh BBC karena alasan netralitas penyiaran.
  • Tim produksi mengecam tindakan penyensoran BBC dan menyoroti penghapusan sebagian pidato mereka dari siaran, sementara Channel 4 akhirnya menayangkan film tersebut pada Juli 2025.
  • Dokumenter ini menampilkan kesaksian tenaga medis Palestina tentang serangan Israel terhadap fasilitas kesehatan serta mengungkap ribuan korban di kalangan dokter dan petugas medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Para pembuat film dokumenter "Gaza: Doctors Under Attack" meraih penghargaan BAFTA TV Awards untuk kategori isu terkini pada Minggu (10/5/2026). Kemenangan ini diwarnai dengan kritik terhadap stasiun televisi BBC yang sebelumnya membatalkan penayangan film tersebut secara sepihak.

Acara penghargaan bergengsi ini diselenggarakan di Royal Festival Hall, London. Dokumenter itu sendiri akhirnya ditayangkan oleh Channel 4 setelah BBC menolaknya akibat kekhawatiran terkait netralitas penyiaran.

1. Tim produksi kecam penyensoran BBC

ilustrasi protes represi media (unsplash.com/Marija Zaric)

Jurnalis sekaligus presenter Ramita Navai menyatakan bahwa timnya menolak untuk dibungkam dan disensor oleh pihak mana pun. Ia lantas mengucapkan terima kasih kepada stasiun televisi Channel 4 yang bersedia menayangkan karya mereka.

"Ini adalah temuan investigasi kami yang dibayar oleh BBC tetapi ditolak untuk ditayangkan," kata Navai, dilansir Al Jazeera.

Produser eksekutif Ben de Pear turut menyindir BBC yang menyiarkan acara BAFTA tersebut dengan jeda waktu tunda lebih dari dua jam. Ia mempertanyakan apakah pihak stasiun televisi itu akan memotong pidato timnya dari siaran malam tersebut.

Kecurigaan Ben de Pear sebagian terbukti. BBC dilaporkan telah mengedit sebagian pernyataan Navai dari siaran televisi mereka setelah berkonsultasi dengan tim kepatuhan internal.

2. Alasan BBC membatalkan penayangan

studio BBC di Irlandia Utara (unsplash.com/ K. Mitch Hodge)

BBC sebenarnya telah menugaskan pembuatan dokumenter tersebut kepada rumah produksi Basement Films sejak lebih dari setahun yang lalu. Namun, jadwal rilisnya terus ditunda karena mereka berdalih sedang meninjau dokumenter lain yang juga berkaitan dengan Gaza.

Perusahaan penyiaran asal Inggris tersebut akhirnya memutuskan untuk tidak menayangkan film ini. Mereka beralasan, penayangan film tersebut berisiko membuat mereka terlihat tidak netral.

"Kami menyimpulkan bahwa penayangan materi ini berisiko menciptakan persepsi keberpihakan. Hal tersebut tidak memenuhi standar tinggi yang diharapkan publik dari BBC," kata pihak penyiar, dilansir The National.

BBC menegaskan bahwa netralitas akan selalu menjadi prinsip inti dari program mereka. Setelah pembatalan tersebut, hak siar film ini diambil alih dan ditayangkan oleh Channel 4 pada bulan Juli 2025.

3. Dokumenter ungkap fakta serangan Israel terhadap tenaga medis

petugas Bulan Sabit Merah Palestina. (Basel Yazouri, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Film dokumenter ini menampilkan kesaksian dari para tenaga kesehatan Palestina yang bekerja keras di lapangan. Cerita mereka merinci berbagai dugaan serangan militer Israel terhadap rumah sakit dan klinik di wilayah tersebut.

Produser film juga memuji dedikasi jurnalis Gaza bernama Jaber Badwan dan Osana Al Ashi yang berani menyumbangkan rekaman video. Tim produksi mengaku bangun setiap hari dengan rasa khawatir mengenai keselamatan nyawa kedua jurnalis lokal tersebut.

Navai membeberkan bahwa Israel telah membunuh lebih dari 1.700 dokter dan petugas kesehatan Palestina. Ia juga menambahkan bahwa lebih dari 400 tenaga medis saat ini masih ditahan oleh militer Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team