Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat saat Ramadan
ilustrasi api (unsplash.com/Cullan Smith)
  • Pemukim Israel membakar Masjid Abu Bakr as-Siddiq di dekat Nablus saat Ramadan, menyebabkan kerusakan pada bagian dalam masjid dan munculnya grafiti rasis berbahasa Ibrani di dinding luar.
  • Kementerian Wakaf Palestina mengutuk aksi tersebut sebagai kejahatan, sementara rekaman CCTV menunjukkan dua pelaku membawa bensin dan cat semprot sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
  • Serangan pemukim terhadap warga Palestina meningkat sejak perang Gaza 2023, dengan ribuan korban jiwa dan penangkapan massal di Tepi Barat serta tudingan impunitas terhadap otoritas Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemukim Israel membakar sebuah masjid di Tepi Barat yang diduduki saat bulan suci Ramadan. Insiden ini merupakan yang terbaru dalam gelombang serangan Israel terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.

Dilansir The New Arab, upaya pembakaran terhadap Masjid Abu Bakr as-Siddiq, yang terletak di sebelah barat daya kota Nablus, terjadi pada Senin(23/2/2026) dini hari. Para jemaah yang hendak menunaikan salat malam mendapati asap dan kobaran api di area masjid, lalu bergegas memadamkannya.

Kebakaran tersebut merusak pintu masuk masjid, menghanguskan karpet, dan membuat dinding dan jendela menghitam akibat asap dan kobaran api. Meski demikian, bangunan tidak mengalami kerusakan struktural karena api tidak sempat menyebar ke seluruh bagian masjid.

Di dinding luar masjid juga ditemukan grafiti dengan kata-kata rasis dalam bahasa Ibrani, seperti "pembalasan" dan “Price Tag". "Price Tag" adalah kelompok sayap kanan yang bertujuan merebut tanah-tanah pendudukan, meneror warga Palestina, dan mencegah mereka melawan pendudukan Israel.

1. Rekaman kamera keamanan menunjukkan pelaku berjumlah dua orang

kamera CCTV (unsplash.com/Michał Jakubowski)

Munir Ramdan, warga setempat, mengatakan bahwa rekaman kamera keamanan menunjukkan dua orang berjalan menuju masjid sambil membawa bensin dan sekaleng cat semprot. Beberapa menit kemudian, keduanya terlihat melarikan diri dari lokasi.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengutuk upaya pembakaran itu, menyebutnya sebagai kejahatan yang mencerminkan kebiadaban Israel. Pihaknya menyebutkan sebanyak 45 masjid diserang oleh pemukim ilegal di bawah perlindungan pasukan Israel pada 2025.

“Kelompok-kelompok ini menyerang situs suci Islam dan properti warga hampir setiap hari, dengan peningkatan yang sistematis baik dari segi frekuensi maupun bentuk serangan,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

2. Otoritas Israel mengaku sedang memburu tersangka

Tentara Israel dan pendukung Marwan Barghouti (KafrAdDeek, CC0, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari Al Jazeera, militer dan kepolisian Israel menyatakan telah merespons insiden tersebut dan sedang memburu para tersangka. Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia menilai otoritas Israel membiarkan para pemukim bertindak dengan impunitas penuh dalam serangan terhadap warga Palestina.

Organisasi HAM Israel, B'Tselem, bahkan menuduh pasukan Israel secara aktif membantu kekerasan yang dilakukan para pemukim sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pengambilalihan tanah Palestina.

Tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyatakan bahwa serangan pemukim dilakukan dengan persetujuan diam-diam, dukungan, dan dalam beberapa kasus, partisipasi pasukan keamanan Israel.

3. Serangan Israel di Tepi Barat meningkat tajam sejak meletusnya perang di Gaza

pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Dilansir dari Anadolu, sekitar 770 ribu pemukim ilegal Israel tinggal di ratusan permukiman dan pos-pos liar di Tepi Barat yang diduduki, termasuk sekitar 250 ribu orang di Yerusalem Timur. Mereka kerap melakukan serangan harian terhadap warga Palestina, dengan tujuan memaksa mereka meninggalkan wilayah tersebut.

Intensitas serangan meningkat sejak meletusnya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Warga Palestina memandang eskalasi tersebut, yang mencakup pembunuhan, penangkapan, pengusiran, dan perluasan permukiman, sebagai langkah menuju aneksasi resmi wilayah pendudukan.

Sejak Oktober 2023, tentara Israel dan pemukim ilegal dilaporkan telah membunuh sedikitnya 1.117 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai sekitar 11.500 orang, dan menangkap sekitar 22 ribu lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team