Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Netanyahu Umumkan Aliansi Baru Jelang Kunjungan PM India ke Israel

Netanyahu Umumkan Aliansi Baru Jelang Kunjungan PM India ke Israel
PM Israel Benjamin Netanyahu dan PM India Narendra Modi (Prime Minister's Office (GODL-India), GODL-India <https://data.gov.in/sites/default/files/Gazette_Notification_OGDL.pdf>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • PM Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana pembentukan aliansi heksagon di Timur Tengah untuk menghadapi kelompok radikal, melibatkan India, Yunani, Siprus, dan beberapa negara Arab serta Afrika.
  • Kunjungan PM India Narendra Modi ke Israel akan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi, diplomatik, serta pengembangan teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.
  • Netanyahu menegaskan aliansi baru tidak dimaksudkan menggantikan hubungan historis dengan AS, meski Israel terus memperluas kemitraan regional di tengah ketegangan dengan sejumlah negara Muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana pembentukan aliansi heksagon di kawasan Timur Tengah. Pengumuman tersebut dikeluarkan menjelang kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel pada Rabu (25/2/2026). Netanyahu bertujuan menghimpun negara-negara sekutu Israel untuk menghadapi kelompok yang disebutnya sebagai musuh radikal.

Dalam kunjungannya, Modi akan berpidato di hadapan parlemen Israel (Knesset). Ia juga dijadwalkan menghadiri acara inovasi teknologi di Yerusalem dan mengunjungi museum peringatan Holocaust Yad Vashem. Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, diplomatik, dan keamanan militer.

1. Aliansi heksagon Israel untuk melawan poros radikal

PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Netanyahu membayangkan sistem aliansi yang mencakup negara-negara di sekitar maupun di dalam kawasan Timur Tengah. Aliansi ini nantinya akan melibatkan India, Yunani, Siprus dan beberapa negara Arab, Afrika, serta Asia yang belum disebutkan namanya.

Netanyahu menyatakan, aliansi ini bertujuan menyatukan negara-negara anggota dalam menghadapi tantangan dari poros Syiah dan Sunni radikal. Israel mengklaim telah memberikan pukulan keras terhadap poros Syiah melalui berbagai operasi militer.

"Niat kami adalah menciptakan poros negara-negara yang memiliki pandangan sama tentang realitas, tantangan, dan tujuan melawan poros radikal," ujar Netanyahu, dilansir CNA pada Senin (23/2/2026).

2. Israel-India tingkatkan kerja sama AI dan teknologi kuantum

PM Israel Benjamin Netanyahu dan PM India Narendra Modi
PM Israel Benjamin Netanyahu dan PM India Narendra Modi (Prime Minister's Office (GODL-India), GODL-India <https://data.gov.in/sites/default/files/Gazette_Notification_OGDL.pdf>, via Wikimedia Commons)

Melalui kunjungan Modi, Israel dan India akan memperluas kemitraan di berbagai industri teknologi tinggi. Pertemuan mendatang rencananya akan membahas proyek-proyek pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi kuantum.

Kunjungan Modi ini merupakan kali kedua setelah kunjungan pertamanya pada tahun 2017. Netanyahu juga pernah melakukan kunjungan balasan ke New Delhi, India pada tahun 2018. Ia menyebut Modi sebagai teman dekat yang sering berkomunikasi melalui sambungan telepon.

"India sangat menghargai persahabatan abadi dengan Israel, yang dibangun atas dasar kepercayaan, inovasi, dan komitmen bersama terhadap perdamaian dan kemajuan," kata PM Modi, dilansir CNA.

3. Aliansi baru bukan untuk gantikan AS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Di tengah upaya membentuk aliansi baru, Israel tetap menjaga hubungannya dengan AS. Netanyahu menyebut hubungan Israel dan AS sebagai aliansi bersejarah yang sangat unik.

“Aliansi dengan AS bukan berarti kami tidak mencari aliansi lain, malah sebaliknya, kami terus mengembangkannya,” ujar Netanyahu, dilansir Turkiye Today.

Menurut Al Jazeera, Israel sendiri telah berupaya merangkul lebih banyak negara melalui Kesepakatan Abraham yang melibatkan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko sejak tahun 2020. Namun, upaya ini sedang menghadapi tantangan akibat memburuknya hubungan Israel dengan beberapa negara mayoritas Muslim.

Operasi militer Israel di Jalur Gaza telah memicu kritik tajam dari Pemerintah Turki dan Arab Saudi. Riyadh secara terbuka menuduh militer Israel melakukan genosida terhadap warga sipil Palestina.

Prospek normalisasi hubungan diplomatik keduanya dinilai terus memburuk. Baru-baru ini, Arab Saudi juga mengecam langkah Israel yang mengakui wilayah Somaliland.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More