Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Intinya sih...

  • Penembakan di arena hoki AS menewaskan 3 orang, termasuk pelaku

  • Insiden diduga terjadi akibat perselisihan keluarga dan terekam dalam siaran langsung

  • Wali Kota Pawtucket menyebut penembakan sebagai tragedi mengerikan dan berjanji untuk memberikan pembaruan kepada publik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di arena seluncur es di Rhode Island, Amerika Serikat (AS), pada Senin (16/2/2026). Sedikitnya tiga orang, termasuk pelaku dinyatakan tewas dan tiga lainnya terluka.

Insiden itu terjadi di Dennis M. Lynch Arena di Pawtucket sekitar pukul 14.00 waktu setempat, saat pertandingan hoki putra tingkat sekolah menengah atas. Kepala Departemen Kepolisian Pawtucket, Tina Goncalves mengatakan, salah satu korban tewas ditemukan di dalam arena, sementara satu korban lainnya meninggal dunia di rumah sakit. Keduanya merupakan orang dewasa.

Pria yang diduga sebagai pelaku penembakan juga ditemukan tewas, diduga akibat luka tembak yang dilakukan sendiri.

1. Penembakan diduga terjadi akibat perselisihan keluarga

ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)

Menurut Goncalves, penembakan tersebut tampaknya merupakan aksi yang ditargetkan, kemungkinan terkait dengan perselisihan keluarga. Namun, ia tidak merincikannya lebih lanjut karena penyelidikan masih berlangsung.

“Kami memiliki sejumlah saksi yang saat ini berada di kantor polisi. Jadi kami akan menyusun kronologi kejadian terlebih dahulu sebelum merilis informasi, untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan benar," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tiga orang yang dibawa ke rumah sakit berada dalam kondisi kritis akibat luka tembak.

2. Insiden tersebut terekam dalam siaran langsung

ilustrasi tempat kejadian perkara (pexels.com/kat wilcox)

Dilansir dari NBC News, penembakan itu terjadi di tengah pertandingan antara tim hoki dari Coventry-Johnston co-op dan St. Raphael–Providence Country Day–North Providence–North Smithfield co-op. Pihak sekolah dari kedua tim tersebut menyatakan bahwa seluruh siswa dan stafnya yang berada di lokasi kejadian dalam keadaan aman tanpa mengalami cedera apa pun.

Video yang diperoleh dari layanan yang menyiarkan langsung acara olahraga tersebut menangkap suara sekitar 13 tembakan yang dilepaskan secara beruntun, dan memperlihatkan para pemain dan penonton yang panik berlarian menjauh.

“Anda tidak bisa melihat apa pun – tetapi suaranya tidak salah lagi – dan reaksi serta kekacauan yang terjadi setelahnya menceritakan segalanya," tulis Eric Rueb, jurnalis olahraga sekolah menengah atas di Rhode Island, saat membagikan potongan video tersebut di media sosial.

3. Dua mahasiswa tewas akibat penembakan massal di Brown University pada Desember 2025

ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Kenny Eliason)

Dalam sebuah pernyataan, Wali Kota Pawtucket, Donald Grebien, menyebut penembakan di Dennis M. Lynch Arena sebagai tragedi yang mengerikan. Ia mengatakan bahwa pihak kota akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan kantor jaksa agung dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Pawtucket adalah komunitas yang kuat dan tangguh, tetapi malam ini kami adalah kota yang berduka. Kami akan berdiri bersama untuk mendukung semua pihak yang terdampak di hari-hari sulit ke depan, dan kami akan terus memberikan pembaruan kepada publik seiring tersedianya fakta-fakta yang telah terkonfirmasi," kata Grebien, dikutip dari CBS News.

Pada 13 Desember, dua mahasiswa tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Brown University di Providence, Rhode Island. Pelaku, yang berusia 48 tahun, kemudian melarikan diri dan membunuh seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebelum akhirnya bunuh diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team