Penembakan di Kampus Amerika Serikat, 2 Orang Tewas

- Penembakan terjadi di asrama mahasiswa pada pukul 9 lewat 15 malam.
- Peristiwa penembakan di South Carolina State University juga terjadi pada Oktober 2025.
- Peristiwa penembakan massal memang sering terjadi di Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Insiden penembakan dilaporkan terjadi di salah satu kampus ternama Amerika Serikat, South Carolina State University, pada Kamis (12/2/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 1 orang lainnya.
Pihak kampus menjelaskan, korban tewas dan pelaku penembakan saat ini belum diketahui identitasnya. Namun, mereka menegaskan akan terus melakukan penyelidikan bersama polisi hingga semua fakta terungkap.
"Pihak universitas belum mengkonfirmasi identitas para korban atau kondisi orang yang terluka," bunyi pernyataan resmi South Carolina State University di laman Facebook, seperti dikutip The Strait Times.
1. Penembakan terjadi di asrama mahasiswa pada pukul 9 lewat 15 malam

Dalam pernyataannya, South Carolina State University menjelaskan peristiwa penembakan tersebut terjadi di asrama mahasiswa pada pukul 9 lewat 15 malam waktu setempat. Peristiwa itu sontak membuat geger mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut.
Setelah penembakan terjadi, pihak kampus langsung mengevakuasi semua mahasiswa yang ada di asrama. Selain itu, pihak kampus juga langsung menutup asrama untuk sementara waktu guna keperluan penyelidikan.
Peristiwa penembakan ini membuat kegiatan belajar mengajar pada Jumat (13/2/2026) terpaksa ditiadakan. Sebab, pihak kampus menyatakan situasi belum kondusif untuk menggelar kelas. Sebagai gantinya, pihak kampus mengadakan layanan konsultasi gratis untuk mahasiswa guna mencegah trauma akibat peristiwa penembakan tersebut.
2. Peristiwa penembakan di South Carolina State University juga terjadi pada Oktober 2025

Peristiwa penembakan di South Carolina State University sebetulnya bukan terjadi kali ini saja. Sebab, pada Oktober 2025 lalu, insiden serupa juga terjadi di kampus yang kini memiliki lebih dari 3 ribu mahasiswa tersebut.
Saat itu, penembakan terjadi pada malam hari di dua lokasi berbeda. Serangan di lokasi pertama menewaskan satu orang perempuan. Sementara itu, serangan di lokasi kedua melukai satu orang laki-laki.
Menurut keterangan polisi, serangan tersebut dilakukan oleh dua pelaku yang berbeda. Kedua pelaku juga tidak punya keterkaitan antara satu sama lain sehingga insiden penembakan yang terjadi tidak saling berhubungan.
3. Peristiwa penembakan massal memang sering terjadi di Amerika Serikat

Peristiwa penembakan massal seperti yang terjadi di South Carolina State University memang sudah lumrah di Amerika Serikat. Biasanya, peristiwa semacam itu sering terjadi di sekolah atau kampus. Tercatat, 90 persen kasus penembakan massal di sekolah yang ada di seluruh dunia terjadi di AS. Ini membuat Negeri Paman Sam jadi negara dengan kasus penembakan massal terbanyak di dunia.
Menurut para pengamat, hal ini terjadi karena terlalu banyak orang di AS yang memiliki senjata. Sebab, di AS, warga sipil biasa, termasuk mahasiswa dan anak sekolah, memang diperbolehkan memakai senjata..
“Dari perspektif profesional, hal itu mengingatkan aku bahwa ada terlalu banyak orang yang memiliki senjata. Orang yang salah yang memiliki senjata dan bahwa tidak ada yang akan berubah,” kata seorang pakar Keamanan dalam Negeri AS, William Pelfrey Jr., dilansir VCU News.


















