Jakarta, IDN Times - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai intersepsi militer Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan upaya untuk mencegah dunia internasional melihat kondisi sebenarnya di Gaza.
Menurut Faisal, Israel tidak ingin ada pihak luar, termasuk relawan dan jurnalis internasional, yang mengungkap situasi kemanusiaan maupun dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.
“Israel tidak mau ada pihak-pihak yang ingin membongkar kejahatan atau kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza,” kata Faisal kepada IDN Times, Selasa (19/5/2026).
Faisal menyinggung tingginya jumlah korban dari kalangan jurnalis Palestina selama perang Gaza berlangsung dalam dua tahun terakhir.
“Kita lihat dalam dua tahun perang Gaza itu ada 270-an wartawan Palestina di Gaza yang tewas,” ujar pendiri albalad.co itu.
