- Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad
- Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad
- Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize
- Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk
MPR Minta Prabowo Lobi BoP-Trump Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

- Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Prabowo melobi BoP dan Donald Trump agar membantu membebaskan lima WNI yang ditahan Israel, memanfaatkan hubungan baik antara Prabowo dan Trump.
- Hidayat menyoroti posisi Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM PBB yang seharusnya digunakan untuk menekan Israel atas pelanggaran HAM dan hukum internasional terhadap warga sipil di Gaza.
- Ia mendorong pemerintah Indonesia meniru langkah diplomasi Malaysia yang berhasil membebaskan warganya dari tahanan Israel meski tanpa hubungan diplomatik resmi.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta agar Presiden RI Prabowo Subianto melobi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membebaskan lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel.
Hal tersebut disampaikan Hidayat saat audiensi dengan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Hidayat pun menyinggung soa kedekatan Prabowo dengan Trump. Menurutnya, kasus ini menjadi ajang bagi Prabowo untuk menguji hubungannya dengan Trump dan BoP. Terlebih dalam berbagai momen, Trump sering melayangkan pujian terhadap Prabowo.
"Tentang Donald Trump, ini kan juga yang sering dijadikan alasan mengapa Indonesia masuk ke BOP, yaitu Donald Trump adalah yang didengar oleh Israel. Israel hanya mendengar dari Donald Trump dan Pak Prabowo dipuji luar biasa oleh Donald Trump," katanya.
"Ini juga momentum yang baik untuk Pak Prabowo menyampaikan pada Donald Trump bila anda memang tulus dengan pujian anda kemarin itu, sekaranglah anda (Prabowo) membuktikan BoP itu memang untuk menghadirkan perdamaian dan rekan-rekan para aktivis ini tidak untuk mengobarkan perang tapi justru untuk menghadirkan salah satu daripada butir BOP yaitu masuknya bantuan kemanusiaan," sambung dia.
1. Israel tidak menaati kesepakatan BoP

Hidayat berharap, semua pihak yang tergabung dalam BoP bisa memaksimalkan badan internasional ini untuk membebaskan relawan maupun jurnalis yang ditahan Israel, termasuk WNI.
"Sebab penahanan ini dan dengan serangan-serangan dilakukan Israel terhadap Gaza justru membuktikan bahwa Israel tidak menaati butir-butir BOP, Israel justru melanggar beragam kesepakatan dilakukan oleh BOP dan sudah sangat seharusnya bila kemudian permasalahan ini dilakukan pengkajian secara lebih serius," tegas dia.
2. Soroti posisi Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM

Terlebih, kata Hidayat, Indonesia saat ini merupakan Ketua Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sehingga harusnya punya posisi yang kuat untuk mengutuk Israel karena melanggar HAM dan hukum internasional.
"Dan HAM itu adalah satu yang bersifat internasional, hukumnya juga internasional. Yang dilakukan Israel jelas adalah pelanggaran HAM internasional dan juga hukum internasional. Karenanya Indonesia sekalipun tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, dia penting untuk melakukan perannya melalui rekan-rekannya ataupun melalui komunitas yang selama ini membersamai Indonesia," tegas dia.
3. Ikuti langkah diplomasi Malaysia

Lebih lanjut, Hidayat menilai, pemerintah Indonesia perlu mengikuti langkah diplomasi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim. Meski tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi Malaysia berhasil membebaskan warga negaranya yang ditahan Israel hanya dalam waktu yang terbilang singkat.
"Ada Malaysia salah satu negara tetangga yang kemarin sudah membuktikan berhasil membebaskan seluruh warga Malaysia yang ditahan atau diculik pada angkatan Global Summud Flotilla yang pertama. Dan kita sudah mendapat pernyataan langsung dari Perdana Menteri Malaysia yang sangat tegas gitu ya terkait dengan masalah ini," ungkapnya.
Adapun WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:
Adapun lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel yakni Bambang Noroyono atau Abeng; Thoudy Badai; Andre Prasetyo Nugroho; Rahendro Herubowo; dan Andi Angga.


















