Daftar relawan dan jurnalis tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina. (IDN Times/Istimewa).
Menurut Faisal, para relawan dan jurnalis yang ditangkap itu kemungkinan besar akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, wilayah selatan Israel, yang berbatasan dekat dengan Jalur Gaza.
“Biasanya ke Kota Ashdod, itu di selatan Israel. Nah, sama penumpang dan kru kapal juga akan dibawa, untuk diinterogasi dan ditahan kalau memang dibutuhkan. Kita gak tahu kapan mereka akan dibebaskan,” kata Faisal kepada IDN Times, Selasa (19/5/2026).
Faisal menjelaskan saat militer Israel melakukan intersepsi di laut, ada sejumlah tahapan intersepsi yang mereka lakukan.
“Pertama kemungkinan besar memberikan peringatan. Jadi disuruh balik, jangan lagi berlayar menuju Gaza, balik arah. Kalau mereka tidak mau, pasukan angkatan lautnya Israel akan langsung naik ke kapal, mendekati kapal, naik, lalu kapal yang dicegat kemudian ditahan, dikuasai, dan akan dibawa,” ujarnya.
Setelah kapal dicegat, Faisal menyebut, penumpang beserta krunya biasanya akan diinterogasi terlebih dahulu oleh otoritas Israel. Setelah itu, sebagian akan ditahan sementara sebelum akhirnya dideportasi.