Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan munculnya krisis kesehatan baru di Jalur Gaza, seiring melonjaknya infeksi penyakit kulit di kamp-kamp pengungsi yang padat. Kondisi ini diprediksi akan memburuk saat suhu meningkat menjelang musim panas yang menciptakan kondisi berbahaya bagi jutaan pengungsi.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan jumlah infeksi kulit meningkat tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Di lokasi pengungsian, jumlah infeksi melonjak dari 3 ribu kasus pada Januari menjadi hampir 10 ribu kasus pada Maret lalu.
Kombinasi dari kepadatan penduduk, tumpukan sampah, dan sanitasi yang hancur menciptakan lingkungan subur bagi penyebaran kudis, cacar air, kutu, dan infeksi bakteri lainnya.
"Kami tinggal di atas tumpukan sampah bersama kutu dan tikus," kata Fawzi al-Najjar, seorang pengungsi di kamp yang sesak, dilansir Al Jazeera.
