Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Agricultural Counselor USDA FAS, Lisa Ahramjian dalam press briefing Rasa Amerika di Kedubes AS Jakarta.
Agricultural Counselor USDA FAS, Lisa Ahramjian dalam press briefing Rasa Amerika di Kedubes AS Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Intinya sih...

  • Upaya menyeimbangkan perdaganganLisa Ahramjian menjelaskan, promosi Rasa Amerika dan misi dagang pertanian yang menyertainya menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika Serikat ke Indonesia.

  • Menjawab tantangan dan preferensi konsumenPerubahan preferensi konsumen Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan USDA. Produk pertanian AS dapat berperan baik sebagai bahan baku industri maupun sebagai pilihan langsung bagi konsumen.

  • Potensi pasar dan neraca perdaganganBerdasarkan data terbaru, nilai perdagangan pertanian kedua negara menunjukkan peluang yang masih sangat besar untuk dikembangkan. Ekspor pertanian Amerika Serikat ke Indonesia mencapai sekitar 3 miliar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menilai masa depan perdagangan pertanian antara Amerika Serikat dan Indonesia memiliki prospek yang sangat positif, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan perdagangan dan perubahan preferensi konsumen.

Agricultural Counselor USDA Foreign Agricultural Service, Lisa Ahramjian, mengatakan proses negosiasi perdagangan yang sedang berjalan menjadi kunci untuk memperluas akses pasar produk pertanian Amerika Serikat ke Indonesia.

“Negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung bertujuan untuk mengatasi tarif serta berbagai kendala regulasi yang saat ini membatasi akses produk pertanian Amerika Serikat,” ujar Lisa, dalam jumpa pers, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, diperlukan kesabaran hingga proses tersebut rampung. “Kami perlu sedikit bersabar hingga proses ini sepenuhnya difinalisasi,” katanya.

Ia menambahkan, isu teknis lebih lanjut berada di bawah kewenangan Gedung Putih dan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat.

1. Upaya menyeimbangkan perdagangan

Agricultural Counselor USDA FAS, Lisa Ahramjian dalam press briefing Rasa Amerika di Kedubes AS Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Lisa menjelaskan, promosi Rasa Amerika dan misi dagang pertanian yang menyertainya menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika Serikat ke Indonesia.

“Kami mewakili seluruh produk pertanian Amerika Serikat, mulai dari sapi hidup hingga makanan laut beku, dan semua yang ada di antaranya,” ujarnya.

Dalam misi dagang tersebut, delegasi AS membawa perwakilan dari sektor hewan hidup, produk daging, hingga produk kebutuhan ritel. USDA, lanjut Lisa, tidak menargetkan sektor tertentu dari Indonesia secara spesifik.

“Kami hanya mencari peluang bagi produk pertanian Amerika Serikat di Indonesia, dan peluang tersebut ada di hampir semua sektor,” katanya.

Ia menekankan banyak produk Amerika Serikat yang justru mendukung industri lokal Indonesia. “Produk seperti gandum Amerika Serikat diproses lebih lanjut di Indonesia, yang tentunya menciptakan banyak lapangan kerja dan menguntungkan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

2. Menjawab tantangan dan preferensi konsumen

Agricultural Counselor USDA FAS, Lisa Ahramjian dalam press briefing Rasa Amerika di Kedubes AS Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Perubahan preferensi konsumen Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan USDA. Menurut Lisa, produk pertanian AS dapat berperan baik sebagai bahan baku industri maupun sebagai pilihan langsung bagi konsumen.

“Untuk produk yang tidak diproduksi di Indonesia, kehadiran produk Amerika Serikat menjadi solusi yang sangat baik,” ujarnya. Selain itu, produk impor juga memperkaya pilihan di pasar ritel.

“Produk-produk ini memberikan pilihan tambahan bagi konsumen ketika mereka berbelanja di supermarket, sehingga mereka memiliki lebih banyak variasi produk,” kata Lisa.

Ia menegaskan tujuan utama USDA adalah meningkatkan peluang ekspor. “Untuk semua produk ini, kami ingin meningkatkan peluang ekspor pertanian Amerika Serikat ke Indonesia,” tambahnya.

3. Potensi pasar dan neraca perdagangan

Berdasarkan data terbaru, nilai perdagangan pertanian kedua negara menunjukkan peluang yang masih sangat besar untuk dikembangkan. “Pada 2024, ekspor pertanian Amerika Serikat ke Indonesia mencapai sekitar 3 miliar dolar AS,” ungkap Lisa.

Namun, pada tahun yang sama, ekspor pertanian Indonesia ke Amerika Serikat tercatat lebih tinggi. “Ekspor pertanian Indonesia ke Amerika Serikat sekitar 1,1 juta dolar AS lebih besar, sehingga terjadi defisit perdagangan di sektor pertanian,” jelasnya.

Meski demikian, Lisa menilai potensi pasar Indonesia sangat menjanjikan. “Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki kelas menengah yang besar, dan masyarakat yang gemar menikmati berbagai jenis makanan,” katanya.

Ia menutup dengan optimisme, seluruh inisiatif yang dijalankan akan saling melengkapi. “Negosiasi perdagangan, promosi seperti Rasa America, dan misi dagang akan bersama-sama mewujudkan potensi besar ini,” tutur Lisa.

Editorial Team