Jakarta, IDN Times – Pemerintah Rusia menyatakan tidak lagi terikat pada batasan jumlah hulu ledak nuklir seiring berakhirnya perjanjian New START pada Kamis (5/2/2026). Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan, seluruh kewajiban perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat (AS) kini telah gugur karena tidak tercapainya kesepakatan perpanjangan.
Kedua negara adidaya pemilik mayoritas arsenal nuklir dunia ini memasuki fase tanpa pengawasan senjata untuk pertama kalinya dalam setengah abad terakhir. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyebut momen ini sebagai titik nadir keamanan internasional yang berbahaya bagi perdamaian dunia.
