Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang komunikasi langsung dengan Iran di tengah konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Pernyataan ini muncul saat jalur diplomasi kedua negara kembali menemui jalan buntu.
Trump menegaskan, pintu negosiasi tetap terbuka. Namun, ada syarat utama yang tidak bisa ditawar, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami punya jalur yang bagus dan aman,” kata Trump, dilansir dari AsiaOne, Senin (27/4/2026).
“Mereka tahu apa yang harus ada dalam kesepakatan. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu," lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan mandeknya sejumlah upaya damai yang sebelumnya diupayakan.
