Dari 10 korban luka di darat, seorang pria berusia 55 tahun dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius. Dua korban lainnya dalam kondisi serius, satu orang mengalami luka ringan, dan enam orang lainnya dirawat akibat menghirup asap.
Dr. Dan Tran, salah satu dokter yang memberikan pertolongan pertama di lokasi, menggambarkan kondisi para korban.
"Terdapat luka bakar tingkat satu, lepuh di sekitar telinga dan wajah, serta luka bakar parah di bagian tangan," ungkapnya, dilansir 9News.
Menyusul insiden ini, lebih dari 100 siswa dan staf sekolah penerbangan dievakuasi ke area terbuka. Sejumlah siswa yang sedang berada di ruang kelas di dalam hanggar dilaporkan turut terkena dampak langsung dari benturan pesawat. Operasional Bandara Parafield dihentikan sementara dan ditutup hingga keesokan harinya.
Saat ini, ATSB telah mengerahkan tim investigasi dari Canberra dan Brisbane ke lokasi kejadian. Mitchell menyatakan para penyelidik tengah mengumpulkan berbagai barang bukti untuk menyusun kronologi peristiwa.
"Kami memiliki rekaman video, keterangan saksi mata, dan sejumlah hal yang sudah mulai kami telusuri untuk memahami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan ini," katanya.
Investigasi akan berfokus pada kemungkinan faktor mekanis, operasional, atau skenario pelatihan sebagai penyebab kecelakaan. Laporan awal investigasi diperkirakan akan dirilis dalam waktu enam hingga delapan pekan ke depan.