Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Arlington National Cemetery, Public domain, via Wikimedia Commons)
Kontroversi bermula saat Starmer menunjuk Mandelson sebagai Dubes AS pada Desember 2024. Kala itu, Starmer mengklaim telah menanyakan langsung perihal hubungan Mandelson dengan Epstein. Namun, Mandelson mengklaim relasi mereka sangat dangkal dan tidak signifikan.
Fakta baru terungkap melalui dokumen Departemen Kehakiman AS yang dirilis belakangan ini. Berkas tersebut membuktikan Mandelson pernah menginap di kediaman mewah Epstein di Manhattan pada 2009, ketika Epstein mendekam di penjara. Selain bukti kunjungan, dokumen memperlihatkan korespondensi email yang mengindikasikan adanya aliran pembayaran ribuan poundsterling dari Epstein kepada Mandelson. Bukti-bukti ini meruntuhkan klaim yang selama ini dipertahankan Mandelson di hadapan publik maupun otoritas seleksi.
Starmer menyadari kegagalannya dalam mendeteksi kebohongan Mandelson telah melukai perasaan para penyintas. Ia merasa bersalah karena korban harus kembali menyaksikan trauma masa lalu mereka menjadi konsumsi publik akibat kesalahan penilaian politiknya.
"Saya minta maaf karena telah mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya. Saya minta maaf karena bahkan sekarang Anda dipaksa untuk melihat kisah ini terungkap lagi di depan umum," ujar Starmer, dilansir The Guardian.