Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Skandal Epstein Guncang Inggris, PM Starmer Minta Maaf ke Korban

PM Inggris Keir Starmer dan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Lord Peter Mandelson
PM Inggris Keir Starmer dan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Lord Peter Mandelson (Number 10, OGL 3 <http://www.nationalarchives.gov.uk/doc/open-government-licence/version/3>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Permintaan maaf Starmer kepada korban EpsteinKeir Starmer secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban Epstein dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada emosional.
  • Penunjukan Mandelson sebabkan kemarahan internal partaiPeter Mandelson dicopot dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat pada September lalu, setelah hanya tujuh bulan bertugas.
  • Tekanan politik bagi StarmerKemarahan internal Partai Buruh memuncak ketika parlemen memaksa pemerintah melalui pemungutan suara untuk menyerahkan seluruh dokumen terkait pengangkatan Mandelson kepada Komite Intelijen dan Keamanan lintas partai.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf kepada para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein setelah keputusannya menunjuk Peter Mandelson, tokoh politik yang memiliki hubungan dekat dengan Epstein, sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat menuai kritik luas.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Starmer pada Kamis, (5/2/2026), di tengah tekanan politik yang semakin kuat dan spekulasi mengenai masa depan kepemimpinannya. Skandal ini menjadi krisis terbaru yang menimpa pemerintahan Partai Buruh yang tengah berjuang mempertahankan kepercayaan publik.

Kontroversi mencuat setelah dokumen baru terkait Epstein dirilis pekan lalu. Dokumen tersebut memuat rincian hubungan erat antara Mandelson dan Epstein, termasuk korespondensi pribadi dan dugaan berbagi informasi sensitif.

Meski mengakui kesalahan dalam pengangkatannya, Starmer menegaskan tidak akan mengundurkan diri. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin pemerintahan dan menjalankan agenda politik yang telah dijanjikan kepada publik.

1. Permintaan maaf Starmer kepada korban Epstein

Perdana Menteri Keir Starmer memberikan konferensi pers setelah menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di Samoa.  (Number 10, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Perdana Menteri Keir Starmer memberikan konferensi pers setelah menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di Samoa. (Number 10, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Keir Starmer secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban Epstein dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada emosional. Ia mengatakan para korban telah terlalu lama menunggu keadilan.

“Saya minta maaf,” kata Starmer, yang secara khusus menyampaikan pernyataannya kepada para korban Epstein yang, menurutnya telah melihat akuntabilitas tertunda dan terlalu sering dinafikan.

Dilansir dari BBC, Jumat (6/2/2026), Starmer melanjutkan dengan permintaan maaf yang lebih personal.

“Maaf atas apa yang telah dilakukan kepada Anda, maaf karena begitu banyak orang yang berkuasa telah mengecewakan Anda, dan maaf karena telah mempercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya,” ujar Starmer.

Permintaan maaf itu disampaikan menjelang pidatonya tentang perlindungan nilai-nilai Inggris. Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik yang datang dari berbagai pihak.

Menanggapi pertanyaan apakah dirinya akan mundur dari jabatan perdana menteri, Starmer menegaskan ia akan tetap melanjutkan kepemimpinannya. “Saya berniat untuk terus melakukan pekerjaan penting itu,” katanya.

2. Penunjukan Mandelson sebabkan kemarahan internal partai

PM Inggris Keir Starmer dan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Lord Peter Mandelson
PM Inggris Keir Starmer dan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Lord Peter Mandelson (Number 10, OGL 3 <http://www.nationalarchives.gov.uk/doc/open-government-licence/version/3>, via Wikimedia Commons)

Peter Mandelson dicopot dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat pada September lalu, setelah hanya tujuh bulan bertugas. Pencopotan itu terjadi menyusul rilis awal dokumen Epstein yang telah memicu kontroversi.

Dokumen terbaru yang dirilis pekan lalu kembali menyeret Mandelson bersama sejumlah tokoh ternama lainnya. Epstein, yang meninggal dunia pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Mandelson selama bertahun-tahun.

Email yang terungkap menunjukkan hubungan yang digambarkan sebagai hangat dan akrab. Dokumen itu juga mengungkap adanya urusan keuangan, foto pribadi, serta indikasi bahwa Mandelson pernah membagikan informasi rahasia dan berpotensi memengaruhi pasar kepada Epstein hampir dua dekade lalu.

Starmer menegaskan, Mandelson telah berulang kali berbohong demi mendapatkan posisi di Washington. Ia mengatakan sebelumnya tidak mengetahui kedalaman dan kegelapan hubungan Mandelson dengan Epstein.

Namun, Starmer mengakui bahwa dia mengetahui hubungan itu tetap berlangsung bahkan setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 atas kasus meminta jasa seksual dari seorang anak di bawah umur di Amerika Serikat. Fakta ini memicu keresahan besar di kalangan anggota parlemen Partai Buruh.

3. Tekanan politik bagi Starmer

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan pernyataan kepada pers setelah Pemerintah mengumumkan penyelidikan atas serangan teror Southport. (Simon Dawson / No 10 Downing Street, OGL 3, via Wikimedia Commons)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan pernyataan kepada pers setelah Pemerintah mengumumkan penyelidikan atas serangan teror Southport. (Simon Dawson / No 10 Downing Street, OGL 3, via Wikimedia Commons)

Kemarahan internal Partai Buruh memuncak ketika parlemen memaksa pemerintah melalui pemungutan suara untuk menyerahkan seluruh dokumen terkait pengangkatan Mandelson kepada Komite Intelijen dan Keamanan lintas partai.

“Suasana kemarin adalah yang paling marah yang pernah saya lihat di antara anggota parlemen Partai Buruh selama 16 tahun saya berada di parlemen,” kata anggota parlemen Buruh Karl Turner kepada Times Radio.

“Kita tidak bisa berpura-pura bahwa ini bukan situasi krisis,” lanjut dia.

Tekanan juga datang dari partai oposisi. Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut posisi Starmer tidak dapat dipertahankan. Ia mendorong anggota parlemen Buruh untuk mendukung mosi tidak percaya terhadap perdana menteri.

Di sisi lain, muncul seruan agar Starmer memecat kepala stafnya, Morgan McSweeney, yang disebut-sebut sebagai sekutu lama Mandelson dan pendukung utama penunjukannya. Namun, Starmer sejauh ini tetap membela McSweeney.

Krisis ini datang menjelang pemilihan sela penting dan pemilu lokal pada Mei, ketika Partai Buruh diprediksi akan tampil buruk. Skandal tersebut juga berdampak pada pasar, dengan nilai pound dan obligasi jangka panjang Inggris melemah.

Mandelson, yang berusia 72 tahun, kini juga tengah diselidiki polisi terkait dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Ia telah mengundurkan diri dari House of Lords awal pekan ini dan, jika terbukti bersalah, berpotensi menghadapi hukuman penjara.

Share
Topics
Editorial Team
Umi Kalsum
EditorUmi Kalsum
Follow Us

Latest in News

See More

Bom Bunuh Diri Meledak Saat Salat Jumat di Pakistan, 31 Orang Tewas

06 Feb 2026, 19:46 WIBNews