Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memperingatkan dunia tengah menghadapi krisis baru yang lebih berat di tengah ketidakpastian global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh (May Day Rally), Wong menegaskan tekanan ekonomi global berpotensi semakin memburuk dalam waktu dekat.
Ia menyebut, situasi saat ini tidak memberi ruang untuk berpuas diri, meskipun Singapura mencatat kinerja yang baik pada tahun sebelumnya. Menurutnya, krisis yang sedang berlangsung bahkan belum sepenuhnya berakhir, sementara ancaman baru уже muncul.
“Kita melakukannya dengan baik tahun lalu. Tetapi tidak ada waktu untuk beristirahat. Badai pertama belum sepenuhnya berlalu. Dan sudah ada badai lain yang datang—dan yang ini lebih parah,” ujar Wong, dalam pidatonya dikutip dari web kantornya, Sabtu (2/5/2026).
Wong menyoroti perkembangan situasi di Timur Tengah yang dinilai semakin kompleks. Ia menegaskan, meskipun pertempuran sempat mereda, ketegangan tetap tinggi dan belum ada jalan keluar yang jelas.
“Situasi di Timur Tengah telah berkembang, dan tetap sangat tidak pasti. Pertempuran telah berhenti—untuk saat ini. Tetapi ketegangan tetap tinggi,” katanya.
