Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Dalam sambutannya, Prabowo yakin visi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bisa membawa perdamaian di Gaza.
"Sejak hari pertama, kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan. Akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump," ujar Prabowo dalam tayangan yang disiarkan di kanal YouTube DWS News, Kamis.
"Visi perdamaian sejati ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kita akan menang. Kita akan mencapai impian kita tentang perdamaian di Palestina, perdamaian, solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan komitmen Indonesia mengirimkan 8 ribu pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Tujuannya, agar gencatan senjata di Gaza bisa sepenuhnya berhasil.
"Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8 ribu atau lebih jika perlu. Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mewujudkan perdamaian ini," kata Prabowo.
Pada pertemuan BoP, Donald Trump mengingatkan kepada Hamas agar kooperatif menyerahkan senjata. Dalam pidatonya, Trump menyoroti perannya dalam membawa perdamaian ke Gaza, dan mengembalikan jenazah sandera Israel. Ia menyebut peperangan di Gaza sudah berakhir meski masih ada gejolak kecil.
Trump mengimbau kepada Hamas agar menyerahkan senjata. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka Hamas siap menghadapi konsekuensi yang sangat berat.
"Hamas, saya pikir mereka akan menyerahkan senjata mereka, seperti yang telah mereka janjikan," ujar Trump.
