Jakarta, IDN Times- Prancis bersama sekutunya sedang menyiapkan misi untuk mengawal kapal komersial melintasi Selat Hormuz. Pengawalan bertujuan untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut secara bertahap. Namun, langkah ini baru akan direalisasikan setelah fase paling intens dari perang AS-Israel terhadap Iran berakhir.
Penutupan Selat Hormuz telah berdampak pada sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga melampaui 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) per barel. Konflik di Timur Tengah dikhawatirkan akan terus memperburuk stabilitas pasar energi global.
