ilustrasi anggota NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)
Prancis menegaskan NATO berfokus pada pertahanan kawasan Euro-Atlantik dan bukan untuk misi ofensif di Selat Hormuz. Selain itu, Paris dilaporkan menolak permintaan Israel untuk memanfaatkan wilayah udaranya dalam pengiriman persenjataan AS.
Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS yang terlibat dalam konflik tersebut. Negara itu juga melarang penggunaan pangkalan bersama seperti Rota dan Morón de la Frontera, dengan penegasan bahwa fasilitas hanya digunakan untuk kepentingan pertahanan kolektif NATO.
Italia juga tak memberikan izin pendaratan bagi pesawat militer AS di pangkalan Sigonella di Sisilia sebelum menuju Timur Tengah.
Inggris Raya memilih tak terlibat dalam operasi tersebut. Trump melalui Truth Social menyatakan negara-negara yang kesulitan pasokan bahan bakar jet akibat situasi di Selat Hormuz, termasuk Inggris, sebaiknya membeli dari AS yang memiliki cadangan besar serta berani mengambil alih kendali selat itu.
NATO sendiri didirikan pada 1949 untuk menghadapi ancaman Uni Soviet dan menjamin sistem pertahanan kolektif. Penolakan dukungan ini datang dari sejumlah anggota aliansi dengan kekuatan militer terbesar berdasarkan Indeks Global Firepower 2026.