Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Giliran Filipina Dapat Akses Hormuz, Iran Beri Jaminan Aman

Giliran Filipina Dapat Akses Hormuz, Iran Beri Jaminan Aman
Ilustrasi bendera Filipina. (Freepik)
Intinya Sih
  • Iran memberikan jaminan aman bagi kapal dan pelaut Filipina untuk melintasi Selat Hormuz, termasuk perlindungan bagi pengiriman energi vital negara tersebut.
  • Blokade Selat Hormuz memperparah krisis energi Filipina yang bergantung pada impor minyak Timur Tengah, sehingga jaminan Iran menjadi langkah penting menstabilkan pasokan nasional.
  • Upaya militer Amerika Serikat belum berhasil membuka blokade secara menyeluruh, sementara pendekatan diplomatik Filipina dengan Iran justru menghasilkan akses konkret di jalur strategis itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di tengah blokade Selat Hormuz yang telah berlangsung lebih dari sebulan, Filipina mendapat angin segar dari Iran. Teheran menjamin kapal dan pelaut Filipina dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.

Jaminan ini menjadi krusial bagi Manila yang tengah menghadapi tekanan besar pada sektor energi. Selama ini, Filipina sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah yang sebagian besar harus melewati Selat Hormuz.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro pada Kamis (2/4/2026).

Pemerintah Filipina menyambut langkah ini sebagai terobosan penting di tengah kebuntuan global dalam membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

Di saat negara-negara besar masih kesulitan memulihkan akses, kesepakatan bilateral ini menunjukkan pendekatan berbeda yang mulai ditempuh oleh negara-negara terdampak.

1. Iran jamin akses aman bagi kapal dan pelaut Filipina

Giliran Filipina Dapat Akses Hormuz, Iran Beri Jaminan Aman
Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi (AFP/Atta Kenare)

Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) menegaskan, Iran memberikan jaminan penuh terhadap keselamatan pelayaran Filipina di Selat Hormuz.

“Selama percakapan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran meyakinkan Menteri bahwa Iran akan mengizinkan jalur yang aman, tanpa hambatan, dan cepat melalui Selat Hormuz bagi kapal berbendera Filipina, sumber energi, dan seluruh pelaut Filipina,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Filina, dilansir dari Philstar, Kamis (2/4/2026).

Jaminan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kapal niaga hingga pengiriman energi yang menjadi kebutuhan vital Filipina. Selain itu, perlindungan juga diberikan kepada pelaut Filipina yang bekerja di kapal-kapal internasional yang melintasi kawasan tersebut.

Langkah Iran ini sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang memberikan akses serupa kepada negara-negara yang dianggap tidak terlibat dalam konflik.

2. Krisis energi Filipina memburuk akibat blokade

Giliran Filipina Dapat Akses Hormuz, Iran Beri Jaminan Aman
ilustrasi bensin (pexels.com/marco)

Blokade Selat Hormuz sejak awal Maret telah memberikan dampak besar bagi Filipina. Negara ini mengimpor sekitar 98 persen kebutuhan minyak mentahnya dari Timur Tengah.

Penutupan jalur tersebut menyebabkan gangguan pasokan dan lonjakan harga energi yang signifikan di dalam negeri.

Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro menegaskan pentingnya jaminan dari Iran tersebut. Ia menyebut langkah itu akan membantu menstabilkan kondisi energi nasional.

Komitmen ini dinilai sangat penting bagi Filipina. “Tidak hanya memastikan keselamatan pelaut Filipina yang beroperasi di kawasan tersebut tetapi juga membantu menjamin keamanan energi bagi negara,” ujar Lazaro.

DFA juga menambahkan kesepakatan ini akan berdampak langsung pada kelancaran distribusi kebutuhan vital. “Jaminan dari Iran ini akan sangat memfasilitasi pengiriman pasokan minyak dan pupuk penting ke Filipina secara stabil,” demikian pernyataan tersebut.

3. AS belum mampu buka blokade Hormuz

ilustrasi selat hormuz yang jadi jalur minyak dunia
‎ilustrasi selat hormuz yang jadi jalur minyak dunia (commons.wikimedia.org/Petty Officer 2nd Class Matthew Riggs U.S. Navy)

Sementara Filipina memperoleh jalur khusus, upaya Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz secara menyeluruh masih belum membuahkan hasil. Washington sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu blokade oleh Teheran.

Selama satu bulan terakhir, kampanye militer AS belum berhasil memulihkan arus pelayaran normal di kawasan tersebut. Padahal, AS merupakan sekutu utama Filipina, terutama dalam isu keamanan di Laut China Selatan.

Situasi ini memperlihatkan kontras antara pendekatan militer dan diplomasi. Ketika operasi militer belum efektif membuka jalur, komunikasi langsung seperti yang dilakukan Filipina justru menghasilkan akses terbatas yang konkret.

Kesepakatan ini juga mencerminkan strategi Iran dalam mengelola blokade secara selektif, dengan tetap membuka jalur bagi negara-negara yang dianggap tidak terlibat dalam konflik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More