Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Kuba Siap Lanjutkan Negosiasi dengan AS
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan siap melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat guna meredakan ketegangan dan membuka blokade pasokan BBM yang selama ini diberlakukan Washington.
  • Raul Castro akan memimpin langsung proses negosiasi bersama Diaz-Canel, sementara komunikasi awal antara kedua negara dilakukan melalui mediasi pihak internasional yang tidak disebutkan namanya.
  • Kuba terbuka untuk kerja sama ekonomi dan migrasi dengan AS, namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai dialog ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan rezim di Kuba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa Kuba akan melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini untuk meredam ketegangan dengan AS dan membuka blokade bahan bakar minyak (BBM). 

“Kami akan melihat bagaimana AS dapat berpartisipasi dalam ekonomi Kuba. Kami, akan menyetujui itu selama Washington tidak mempertanyakan soal kedaulatan atau sistem politik di Kuba,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Sabtu (28/3/2026). 

Beberapa bulan terakhir, AS dan Kuba terlibat ketegangan. Sebab, AS memblokade pasokan BBM impor ke negara Karibia tersebut. 

1. Raul Castro akan pimpin negosiasi dengan AS

Pemimpin partai Komunis Kuba, Raul Castro. (Twitter.com/adriang86518036)

Diaz-Canel menyebut bahwa mantan Presiden Kuba, Raul Castro akan memimpin negosiasi dengan AS. Ia bersama Diaz-Canel akan hadir dan mengikuti seluruh proses dialog. 

“Negosiasi ini akan dilakukan bersama Raul Castro, sebagai sosok pemimpin revolusi Kuba, meskipun sudah tidak lagi menduduki jabatan resmi di pemerintahan Kuba,” ungkapnya. 

Presiden Kuba itu mengakui adanya komunikasi dengan AS lewat mediasi dari rekan internasional. Namun, ia menolak menyampaikan siapa rekan internasional untuk memediasi kedua pihak. 

2. Kuba siap diskusi berbagai sektor dengan AS

potret bendera Kuba (pexels.com/Matthias Oben)

Diaz-Canel mengungkapkan siap untuk mendiskusikan dalam berbagai masalah dengan AS. Ia pun terbuka dengan rencana investasi dari AS di negara Karibia tersebut dan membantu masalah migrasi. 

Meskipun demikian, Presiden Kuba itu mengkritik kebijakan AS yang didorong oleh pola pikir hegemoni. Menurutnya, Kuba bukanlah ancaman bagi AS dan tidak akan mengancam siapapun. 

3. Rubio sebut saatnya mengubah rezim Kuba

ilustrasi warga memegang bendera Kuba (unsplash.com/Ricardo IV Tamayo)

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah rezim Kuba. Menurutnya. dialog ini kesempatan untuk menggantikan orang di balik kemudi kekuasaan di negara kepulauan tersebut. 

“Kami butuh mengubah sistem di negara tersebut dan ini dibutuhkan untuk mengubah model ekonomi. Ini satu-satunya jalan untuk memberikan masa depan lebih baik bagi warga Kuba. Kami sudah menyampaikan ini selama bertahun-tahun,” dikutip dari EFE.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team