Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores (President.az, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Flores tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi Presiden Majelis Nasional Venezuela pada 2006 hingga 2011. Ia juga sempat menduduki posisi strategis sebagai Jaksa Agung Venezuela pada 2012 yang memperkuat cengkeramannya di ranah hukum.
Beberapa pengamat dan mantan pejabat menilai Flores memiliki kendali yang sangat besar atas sistem peradilan Venezuela. Ia dituduh menempatkan loyalis di posisi hakim kunci serta membuat peradilan Venezuela menjadi korup dan lemah.
“Dia adalah tokoh fundamental dalam korupsi di Venezuela, benar-benar fundamental, dan terutama dalam struktur kekuasaan. Banyak orang menganggapnya jauh lebih cerdik dan lihai daripada Maduro sendiri,” ujar Zair Mundaray, mantan jaksa senior Venezuela, dilansir The New York Times.
Saat Maduro naik ke tampuk kekuasaan, ia memberi Flores gelar "First Combatant" atau "Pejuang Pertama" untuk menegaskan perannya dalam revolusi Bolivarian. Menurut Maduro gelar Ibu Negara adalah konsep yang kebarat-baratan, borjuis dan tidak sesuai dengan nilai sosialisme.