Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Detail Operasi Absolute Resolve, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Maduro

Detail Operasi Absolute Resolve, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Maduro
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • CIA memantau Maduro selama berbulan-bulan, merekrut informan dan melakukan latihan simulasi
  • AS kerahkan 150 pesawat tempur dan padamkan listrik Caracas untuk penyergapan kilat
  • Maduro sempat berupaya kabur ke safe room sebelum ditangkap oleh pasukan AS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Presiden Donald Trump menyatakan penangkapan tersebut dilakukan melalui serangan mendadak yang telah dipersiapkan secara matang selama berbulan-bulan.

Operasi ini melibatkan ribuan personel, pesawat tempur, hingga tim intelijen yang memantau Maduro. Sebelumnya, AS juga telah mengerahkan armada laut di perairan dekat Venezuela. Berikut cara pasukan AS menangkap Maduro dalam operasi bernama "Absolute Resolve" tersebut.

Table of Content

1. CIA telah memantau Maduro selama berbulan-bulan

1. CIA telah memantau Maduro selama berbulan-bulan

Detail Operasi Absolute Resolve, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Maduro
Presiden AS Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe saat memantau operasi militer di Venezuela (Official White House Photo by Molly Riley, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menurut laporan CNN, operasi penangkapan ini merupakan hasil perencanaan matang selama berbulan-bulan yang melibatkan penyusupan tim intelijen AS ke dalam Venezuela. Sejak Agustus, CIA telah menempatkan tim kecil di darat serta merekrut informan dari dalam pemerintahan Venezuela untuk memantau pergerakan Maduro.

CIA berhasil mengumpulkan berbagai detail pola hidup Maduro demi memuluskan penyergapan. Data yang dikumpulkan mencakup lokasi tidur, jenis makanan yang dikonsumsi, pakaian yang dikenakan, hingga detail mengenai hewan peliharaan sang presiden.

Pasukan khusus AS juga melakukan latihan simulasi menggunakan replika bangunan yang dibuat persis dengan kediaman Maduro di Caracas. Namun, pelaksanaan operasi sempat tertunda selama empat hari karena faktor cuaca yang dinilai kurang mendukung. Trump akhirnya memberikan lampu hijau pada Jumat malam (2/1/2026) pukul 22.46 waktu AS (EST) setelah awan di atas Caracas mulai menipis.

"Kami berpikir, kami mengembangkan, kami melatih, kami mengulangi, kami mengevaluasi, dan kami berlatih lagi dan lagi. Bukan untuk melakukannya dengan benar, tetapi untuk memastikan kami tidak bisa salah," tegas Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dilansir PBS News.

2. AS kerahkan 150 pesawat tempur dan padamkan listrik Caracas

Detail Operasi Absolute Resolve, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Maduro
kapal USS Iwo Jima milik Amerika Serikat. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jason R. Zalasky, Public domain, via Wikimedia Commons)

AS mengerahkan hingga 150 pesawat tempur dari berbagai jenis untuk mendukung operasi ini. Armada tersebut mencakup jet tempur F-18, F-22, F-35, pesawat pengebom B-1, serta puluhan drone pengintai yang diluncurkan dari 20 pangkalan berbeda di Belahan Barat.

Pasukan penyerbu utama diterjunkan menggunakan helikopter MH-47 Chinook dan MH-60 Black Hawk dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160. Armada helikopter ini terbang rendah sekitar 100 kaki di atas permukaan air untuk menghindari deteksi radar saat mendekati garis pantai Venezuela.

Untuk memaksimalkan elemen kejutan, AS melancarkan serangan siber yang memadamkan aliran listrik di sebagian besar wilayah Caracas tepat sebelum penyerbuan dimulai. Trump menyebut pemadaman lampu kota ini merupakan hasil dari keahlian khusus yang dimiliki militer AS.

Serangan udara pendukung juga dilancarkan untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela dan target militer di Pangkalan Udara La Carlota. Ledakan keras terdengar di berbagai titik ibu kota saat jet tempur AS membersihkan jalur bagi tim ekstraksi di darat.

3. Maduro sempat berupaya kabur ke safe room

Detail Operasi Absolute Resolve, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Maduro
bendera Venezuela (unsplash.com/aboodi vesakaran)

Pasukan elit Delta Force tiba di kompleks kediaman Maduro sekitar pukul 01.00 dan langsung melakukan penyerbuan cepat. Mereka dibekali peralatan berat untuk memotong pintu-pintu baja yang membentengi rumah sang presiden.

Maduro yang saat itu mengenakan pakaian olahraga abu-abu dilaporkan terkejut dan berusaha melarikan diri ke ruang aman (safe room). Namun, pasukan AS berhasil menangkap Maduro sebelum ia mencapai ruangan tersebut.

Presiden Trump menyatakan operasi ini adalah penyergapan kilat yang membuat pengawal kepresidenan Venezuela kewalahan dalam hitungan menit. Maduro dan istrinya akhirnya menyerah dan langsung diamankan dalam kondisi tangan terborgol serta mata tertutup.

"Dia (Maduro) memiliki ruang pengaman yang dikelilingi baja padat, tapi dia tidak sempat menutupnya karena disergap begitu cepat. Kami sudah siap untuk itu," ujar Trump kepada Fox News.

Pada pukul 03.29, helikopter yang membawa Maduro dan Flores telah meninggalkan wilayah udara Venezuela menuju kapal perang USS Iwo Jima. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan narkoterorisme oleh Kementerian Kehakiman AS. Tidak ada tentara AS yang tewas dalam misi ini, meskipun beberapa personel mengalami luka ringan akibat tembakan balasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Delvia Y Oktaviani
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo dan Kabinet Merah Putih Retret di Hambalang Besok

05 Jan 2026, 16:02 WIBNews