Jakarta, IDN Times – Kapal bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), atau dikenal secara umum sebagai kapal Flotilla, kembali menjadi sorotan di tengah sorotan dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Sejak tahun lalu, sejumlah kapal yang membawa ratusan aktivis serta bantuan logistik menuju Jalur Gaza tersebut dicegat dan disandera militer Israel di perairan internasional.
Kali ini, pencegatan kapal GSF kian menyedot perhatian publik Indonesia karena di antara para peserta misi yang kapalnya dicegat dan ditahan Israel, terdapat sejumlah wartawan dan relawan Warga Negara Indonesia (WNI). Berdasarkan laporan terakhir, ada empat orang wartawan yakni Bambang Noroyono atau Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia.
Berikut adalah profil dan fakta-fakta mengenai Kapal Global Sumud Flotilla.
