bendera Iran. (unsplash.com/mostafa meraji)
Kantor berita Fars melaporkan tiga orang tewas di kota Azna, provinsi Lorestan, ketika sekelompok pengunjuk rasa menyerang markas polisi setempat. Massa dilaporkan menggunakan senjata tajam dan senjata api saat berusaha merebut gudang senjata petugas, sehingga memicu baku tembak.
Kekerasan serupa juga pecah di Lordegan, provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, di mana dua orang tewas di tengah kerumunan massa. Kelompok hak asasi manusia Hengaw menyebut para korban ditembak langsung oleh pasukan keamanan Iran.
Di kota Kouhdasht, media pemerintah mengonfirmasi kematian seorang anggota pasukan paramiliter Basij yang berusia 21 tahun. Pejabat setempat menyebut anggota pasukan yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran itu tewas akibat amukan pengunjuk rasa.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kekacauan di jalanan dengan suara tembakan yang terdengar di latar belakang. Saksi mata menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat mencekam dengan aparat yang bertindak represif terhadap kerumunan.
"Hari ini, penduduk kota saya turun ke jalan untuk menuntut hak-hak mereka. Sejauh ini, dua orang muda telah tewas dan banyak yang terluka. Kami meminta seluruh rakyat dunia untuk menjadi suara kami," ungkap Ebrahim Eshaghi, seorang warga Lordegan, dilansir The Guardian.