Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Putra Pemimpin Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Azzam al-Hayya, putra pemimpin politik Hamas Khalil al-Hayya, tewas akibat serangan udara Israel di kawasan Daraj, Gaza, setelah mengalami luka parah pada Rabu malam.
  • Militer Israel menyatakan serangan itu tidak menargetkan Azzam secara langsung dan mengklaim tujuannya adalah anggota pasukan Nukhba yang berada di lokasi yang sama.
  • Hamas mengonfirmasi kematian Azzam dan menegaskan bahwa ia merupakan putra keempat Khalil al-Hayya yang tewas akibat serangan Israel sejak tahun 2008.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan udara militer Israel di Kota Gaza kembali memakan korban dari kalangan keluarga petinggi kelompok Hamas. Putra dari kepala biro politik Hamas Khalil al-Hayya, yakni Azzam al-Hayya, dinyatakan tewas dalam serangan terbaru.

Azzam meninggal dunia pada hari Kamis (7/5/2026) akibat luka parah yang dideritanya. Sebelumnya, ia terkena dampak serangan udara yang menghantam kawasan Daraj pada Rabu malam.

1. Israel mengklaim tidak berniat membunuh Azzam

pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Laporan terkait nasib Azzam sempat berbeda di sejumlah media Arab. Media Al-Hadath mengabarkan ia tewas, sementara Al Jazeera awalnya menyebut Azzam hanya menderita luka serius.

Pihak militer Israel segera memberikan klarifikasi terkait insiden yang menewaskan putra petinggi Hamas itu. Mereka mengklaim serangan tersebut tidak dimaksudkan untuk membunuh Azzam.

"Putra Khalil al-Hayya sama sekali tidak menarik minat kami untuk dijadikan target. Jika dia tewas, itu karena dia berada di tempat yang seharusnya tidak dia datangi," ujar perwakilan militer Israel, dilansir The Jerusalem Post.

Menurut keterangan militer Israel, target utama mereka di kawasan Daraj Tuffah adalah seorang anggota pasukan Nukhba. Azzam diklaim kebetulan berada di dekat lokasi sehingga ia tewas sebagai dampak tambahan dari serangan.

2. Hamas konfirmasi kematian Azzam

perayaan 25 tahun Hamas di Gaza pada 2012 (Fars Media Corporation, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kematian Azzam akhirnya dikonfirmasi secara resmi oleh pejabat senior Hamas, Basem Naim. Insiden ini terjadi saat Khalil al-Hayya memegang peran penting sebagai negosiator utama Hamas. Khalil langsung memberikan tanggapan tajam terkait serangan yang menewaskan putranya. Ia menyebut serangan ini dirancang untuk memberikan tekanan politik kepada para negosiator Palestina.

Menurut Khalil, intimidasi semacam itu tidak akan membuahkan hasil. Ia menyatakan rakyat Palestina tidak akan pernah menyerah atau meninggalkan tanah air mereka.

"Kepada pihak penjajah dan semua yang mendengar kami, kami adalah bangsa dengan perjuangan yang adil. Kematian putra-putra kami maupun para pemimpin kami tidak akan pernah bisa mengintimidasi kami," tegas Khalil al-Hayya, dilansir Al Jazeera.

3. Israel telah bunuh 4 putra Khalil al-Hayya

Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Azzam bukan satu-satunya anggota keluarga Khalil yang tewas akibat serangan Israel. Ia tercatat sebagai putra keempat Khalil yang tewas akibat serangan militer Israel. Jauh sebelum insiden ini, Israel telah merenggut nyawa dua putra Khalil lainnya. Kedua putranya tersebut tewas dalam serangkaian serangan mematikan di Gaza pada tahun 2008 dan 2014.

Tragedi keluarga ini berlanjut ketika putra ketiga Khalil tewas pada tahun lalu. Ia menjadi korban saat Israel melancarkan serangan terhadap kepemimpinan Hamas di Doha, ibu kota Qatar. Dalam serangan di Doha tersebut, militer Israel sebenarnya juga berusaha membunuh Khalil al-Hayya. Namun, upaya pembunuhan terhadap pria yang memiliki tujuh anak tersebut berujung kegagalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team