pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
Laporan terkait nasib Azzam sempat berbeda di sejumlah media Arab. Media Al-Hadath mengabarkan ia tewas, sementara Al Jazeera awalnya menyebut Azzam hanya menderita luka serius.
Pihak militer Israel segera memberikan klarifikasi terkait insiden yang menewaskan putra petinggi Hamas itu. Mereka mengklaim serangan tersebut tidak dimaksudkan untuk membunuh Azzam.
"Putra Khalil al-Hayya sama sekali tidak menarik minat kami untuk dijadikan target. Jika dia tewas, itu karena dia berada di tempat yang seharusnya tidak dia datangi," ujar perwakilan militer Israel, dilansir The Jerusalem Post.
Menurut keterangan militer Israel, target utama mereka di kawasan Daraj Tuffah adalah seorang anggota pasukan Nukhba. Azzam diklaim kebetulan berada di dekat lokasi sehingga ia tewas sebagai dampak tambahan dari serangan.