Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Remaja 14 Tahun Tewas Ditembak di Ibu Kota Inggris, 3 Orang Ditangkap
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
  • Seorang remaja 14 tahun bernama Eghosa Ogbebor tewas ditembak di Woolwich, London, dan tiga pria berusia 14, 16, serta 18 tahun telah ditangkap terkait kasus tersebut.
  • Polisi memperketat penjagaan di sekitar lokasi penembakan, menutup area Lord Warwick Street, dan terus mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk melanjutkan penyelidikan.
  • Wali Kota London Sadiq Khan menyampaikan belasungkawa atas insiden ini yang menjadi penembakan fatal kedua di kota tersebut dalam waktu kurang dari sepekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun tewas di tembak di ibu kota Inggris, London, pada Kamis (2/4/2026). Tiga laki-laki, termasuk dua remaja, telah ditahan sehubungan dengan pembunuhan tersebut.

Polisi mengatakan, petugas menerima laporan penembakan di Lord Warwick Street, Woolwich, sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Korban, yang diketahui bernama Eghosa Ogbebor, sempat ditangani oleh paramedis, tetapi akhirnya meninggal di tempat kejadian. Tiga orang yang ditahan masing-masing berusia 14, 16 dan 18 tahun.

1. Warga sekitar panik saat mendengar suara tembakan

ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Sofia Pereira, yang bekerja di bar terdekat, mengatakan para pelanggan yang duduk di luar teras berlari masuk ke dalam dengan panik setelah mendengar suara tembakan. Suasana di dalam bar pun langsung berubah mencekam.

“Semua orang ketakutan karena mereka mendengar suara tembakan dan melihat salah satu pelaku membawa parang atau sesuatu seperti itu. Jadi semua orang langsung berlari masuk ke dalam dan berteriak, ‘kunci, kunci semua pintu dan semuanya’, karena jelas kami tidak tahu apa yang sedang terjadi," tuturnya.

Sementara itu, seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku terkejut dengan insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terasa tidak nyata saat ia berjalan di sekitar kawasan tersebut pada Jumat (3/4/2026).

“Penembakan itu memang mengejutkan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir sudah cukup banyak kejadian yang terjadi di area ini," ujarnya.

2. Kehadiran polisi ditingkatkan di sekitar lokasi kejadian

ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Dilansir dari BBC, area di sekitar lokasi penembakan masih ditutup pada Jumat, dengan puluhan polisi melakukan penjagaan. Seikat bunga tampak diletakkan di ujung Lord Warwick Street sebagai bentuk penghormatan kepada korban.

Kepala Detektif Inspektur, Lucie Card, yang memimpin penyelidikan, mengungkapkan keprihatinannya kepada keluarga korban dan mengatakan bahwa kehadiran polisi telah ditingkatkan di sekitar kawasan tersebut.

"Meski kami telah melakukan tiga penangkapan, penyelidikan masih berlanjut dan saya mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melapor dan berbicara dengan petugas," kata Card.

3. Penembakan fatal kedua di London dalam waktu kurang dari sepekan

ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Michael Förtsch)

Wali Kota London, Sadiq Khan, turut menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kepada keluarga korban dan masyarakat di Woolwich. Ia menegaskan bahwa kekerasan semacam itu tidak memiliki tempat di London.

"Saya terus menjalin komunikasi erat dengan Metropolitan Police yang telah bekerja tanpa henti. Penangkapan telah dilakukan dan penyelidikan sedang berlangsung. Warga akan melihat peningkatan kehadiran polisi di area setempat," tambahnya.

Dilansir dari Sky News, insiden ini merupakan penembakan fatal kedua di London dalam waktu kurang dari sepekan. Sebelumnya, Nahom Medhanie, 26 tahun, tewas ditembak saat sedang duduk di dalam mobilnya di dekat stasiun Euston pada 28 Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team