Jakarta, IDN Times - Sekitar 3.500 guru di Turki menggelar protes di ibu kota, Ankara, pada Kamis (16/4/2026). Mereka menuntut agar Menteri Pendidikan mengundurkan diri menyusul dua penembakan di sekolah yang mengguncang negara tersebut pekan ini.
Dalam aksi tersebut, para demonstran berteriak, “Darah telah menodai profesi saya,” dan “Di mana Anda saat anak-anak sekarat."
Pihak berwenang menyebutkan sedikitnya 10 orang, termasuk siswa dan guru, tewas dan 13 lainnya terluka setelah seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah SMP di provinsi Kahramanmaras pada Rabu (15/4/2026). Insiden itu terjadi sehari setelah seorang remaja melakukan serangan di SMA lamanya di provinsi Sanliurfa, mengakibatkan 16 orang terluka. Para tersangka dalam kedua kasus tersebut tewas, dengan penyerang di Sanliurfa bunuh diri usai dikepung polisi.
