Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 4 Orang, Pelakunya Siswa

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 4 Orang, Pelakunya Siswa
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
Intinya Sih
  • Empat orang tewas dan 20 lainnya terluka setelah siswa kelas 8 menembak secara acak di SMP Ayser Calik, Kahramanmaras, sebelum akhirnya pelaku ditemukan tewas.
  • Pelaku membawa lima senjata milik ayahnya yang mantan polisi, menyimpannya di ransel, lalu menyerang dua kelas; motif penembakan masih diselidiki oleh pihak berwenang.
  • Penembakan ini menjadi insiden kedua dalam sepekan di Turki yang memiliki aturan kepemilikan senjata ketat, memicu pertanyaan publik soal efektivitas pengawasan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

⁠Jakarta, IDN Times - Empat orang tewas dan 20 lainnya terluka setelah seorang siswa melepaskan tembakan di sebuah SMP di Turki pada Rabu (15/4/2026). Ini merupakan kasus penembakan sekolah kedua yang terjadi di negara tersebut dalam sepekan.

Insiden kali ini terjadi di Sekolah Menengah Ayser Calik di provinsi Kahramanmaras. Gubernur Mukerrem Unluer mengatakan bahwa korban tewas terdiri dari tiga siswa dan seorang guru. Pelakunya, seorang siswa kelas 8, juga dilaporkan tewas.

"Dia menembak dirinya sendiri. Belum jelas apakah ini bunuh diri atau terjadi di tengah kekacauan," kata Unluer, dilansir dari Al Jazeera.

1. Pelaku gunakan senjata ayahnya

ilustrasi senjata (unsplash.com/Lamna The Shark)
ilustrasi senjata (unsplash.com/Lamna The Shark)

Media Turki melaporkan bahwa pelaku membawa lima senjata dan tujuh magasin, yang menurut Unluer milik ayahnya yang merupakan mantan petugas polisi. Gubernur tersebut mengatakan bahwa pelaku menyembunyikan senjatanya di dalam ransel, masuk ke dalam dua kelas dan melepaskan tembakan secara acak.

“Suara tembakan sangat keras,” kata seorang reporter stasiun televisi NTV, seraya menambahkan bahwa terjadi kepanikan di depan sekolah.

Belum diketahui apa motif serangan tersebut. Menteri Kehakiman Akin Gurlek mengatakan bahwa jaksa telah meluncurkan penyelidikan, sementara polisi telah meningkatkan pengamanan di sekitar gedung tersebut.

2. 16 orang terluka akibat penembakan sebelumnya

ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)
ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Sedikitnya 20 orang terluka akibat penembakan tersebut. Unluer mengatakan bahwa empat di antaranya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi.

Sebelumnya, pada Selasa (14/4/2026), seorang pemuda berusia 18 tahun juga melakukan penembakan di sekolah lamanya di provinsi Sanliurfa. Sedikitnya 16 orang terluka, termasuk siswa, guru, petugas kantin dan seorang polisi. Pelaku kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri, dilansir dari CNN.

3. Turki punya undang-undang kepemilikan senjata yang ketat

ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)

Penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki. Pada Mei 2024, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun menembak mati seorang kepala SMA swasta di Istanbul. Pelaku diketahui telah dikeluarkan dari sekolah tersebut sekitar lima bulan sebelumnya.

Turki sendiri memiliki undang-undang kepemilikan senjata yang ketat, yang memerlukan perizinan, registrasi, serta pemeriksaan latar belakang mental dan kriminal. Mereka yang memiliki senjata secara ilegal dapat dikenai sanksi berat.

Koresponden Al Jazeera di Turki, Sineom Koseoglu, mengatakan bahwa masyarakat memiliki banyak pertanyaan setelah serangkaian serangan baru-baru ini.

“Bagaimana anak laki-laki ini bisa mengakses senjata milik ayahnya? Apakah otoritas akan memperketat kontrol senjata, meskipun aturan yang ada sudah ketat? Detailnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More