Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi perlucutan senjata global. Ia menilai situasi internasional yang sebelumnya rapuh kini semakin memburuk.
“Ketika saya menyampaikan pidato di Konferensi ini tahun lalu, situasi global sudah rapuh. Hari ini, situasinya bahkan lebih tidak pasti, lebih terpolarisasi, dan lebih berbahaya,” ujarnya dalam Segmen Tingkat Tinggi Konferensi Perlucutan Senjata di sela Sesi ke-61 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Selasa (24/2/2026).
Menurut Sugiono, banyak negara kini berada dalam mode bertahan hidup, sementara hukum internasional dan lembaga multilateral menghadapi tekanan yang semakin besar.
“Margin kesalahan perhitungan semakin menyempit,” serunya.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya terhadap multilateralisme di bidang perlucutan senjata. “Indonesia tetap berkomitmen teguh pada perlucutan senjata multilateral sebagai pilar perdamaian dan keamanan internasional. Komitmen ini bukanlah idealisme. Ini adalah sebuah kebutuhan,” ujar Sugiono.
