Jakarta, IDN Times - Rumah sakit bawah tanah di berbagai wilayah Israel dilaporkan menghadapi masalah kepadatan pasien dan penyebaran penyakit. Hal ini terjadi setelah ribuan warga Israel menerima perawatan atau berlindung di fasilitas bawah tanah selama berlangsungnya perang di Timur Tengah.
Menurut laporan Haaretz, para dokter menyebut situasi di rumah sakit bawah tanah kacau balau akibat kurangnya kebersihan, peralatan yang tidak memadai, dan kepadatan pasien. Hanya tersedia dua kamar mandi untuk puluhan pasien serta jarak antara toilet dengan tempat tidur sangat dekat sehingga memicu sejumlah infeksi.
