Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Perlambat Akses Twitter Terkait Pelanggaran Konten
Ilustrasi logo sosial media Twitter di smartphone. unsplash.com/@brett_jordan

Moskow, IDN Times - Otoritas pengawas media di Rusia memberlakukan perlambatan kecepatan akses pada sosial media Twitter di negaranya. Hal ini dilakukan oleh Rusia lantaran Twitter yang tidak bersedia menghapus konten ilegal terkait dengan pornografi, bunuh diri dan narkotika. 

Pasalnya pihak selama ini pengawas media Rusia sudah mengirimkan permintaan kepada Twitter untuk menghapus dan memblokir ratusan ribu konten negatif dan tak pantas yang dimuat dalam platform sosial media asal AS tersebut. 

1. Twitter tidak menghapus ribuan konten negatif

Pada hari Rabu (10/03/2021) pihak otoritas media di Rusia (Roskomnadzor) memberlakukan pembatasan akses pada sosial media raksasa Twitter dengan dalih untuk melindungi warga Rusia. Akibat pembatasan ini maka pengguna Twitter di Rusia akan kesulitan mengakses sosial media tersebut ataupun menyebarkan informasinya. 

Tindakan Roskomnadzor ini dilakukan lantaran Twitter tidak mematuhi aturan untuk menghapus konten negatif terkait dengan narkotika, pornografi anak-anak, dan bunuh diri. Padahal otoritas Rusia mengklaim sudah mengirimkan 28 ribu permintaan postingan, link dan publikasi untuk dihapus atau diblok dari Twitter, dilansir dari RT

Melansir dari BBC, sebelumnya juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov juga mengatakan jika warga Rusia dapat mengakses seluruh yang ada di dunia selama itu masih mengikuti aturan hukum. Ia juga mengatakan jika, "Kita tidak memiliki keinginan untuk memblokir apapun, tetapi ini menjadi alasan yag jelas untuk mengambil langkah dalam menekan perusahaan-perusahaan tersebut agar mau mengikuti aturan kita."

2. Twitter memrotes tindakan sepihak Rusia

Mengutip dari RT, atas kebijakan pembatasan dari Rusia ini maka Twitter memrotes tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk percobaan pemblokiran dan pencekikan perbincangan publik di dunia maya. Menurut keterangan pihak Twitter menyebutkan. 

"Kami sangat memperhatikan laporan tersebut bahwa Twitter sengaja diperlambat di Rusia terkait dengan permintaan penghapusan konten. Kami juga prihatin terhadap meningkatnya usaha untuk memblok dan mencekik perbincangan publik di dunia maya."

Bahkan akibat pembatasan akses tersebut, saham Twitter anjlok sebesar empat persen pada hari yang sama. Sebelumnya Twitter yang memiliki saham sebesar 69,40 dolar AS turun menjadi 64,95 dolar AS di sore harinya. 

3. Aksi ini disebut untuk menghapus konten terkait oposisi Rusia

Melaporkan dari Techcrunch, selain untuk menghapus konten negatif di aplikasinya, cara ini disebut juga digunakan untuk menghapus konten yang tidak diinginkan oleh pemerintah Rusia. Apalagi belakangan ini terjadi rentetan demonstrasi di Rusia setelah penangkapan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny pada Januari lalu. 

Selain itu, Twitter menjadi sosial media terbesar keenam di Rusia dan selalu digunakan oleh Alexei Navalny dalam menyebarkan pengaruhnya.

Bahkan saat demonstrasi besar di Rusia terkait penahanan Navalny, pihak Roskomnadzor telah memperingatkan sosial media seperti Twitter, TikTok, Facebook dan lainnya untuk menghapus konten dari protes yang didominasi generasi muda tersebut. Apabila tidak, maka otoritas setempat akan memberikan denda kepada perusahaan sosial media tersebut, dilansir dari BBC

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorBrahm