Pada hari Rabu (10/03/2021) pihak otoritas media di Rusia (Roskomnadzor) memberlakukan pembatasan akses pada sosial media raksasa Twitter dengan dalih untuk melindungi warga Rusia. Akibat pembatasan ini maka pengguna Twitter di Rusia akan kesulitan mengakses sosial media tersebut ataupun menyebarkan informasinya.
Tindakan Roskomnadzor ini dilakukan lantaran Twitter tidak mematuhi aturan untuk menghapus konten negatif terkait dengan narkotika, pornografi anak-anak, dan bunuh diri. Padahal otoritas Rusia mengklaim sudah mengirimkan 28 ribu permintaan postingan, link dan publikasi untuk dihapus atau diblok dari Twitter, dilansir dari RT.
Melansir dari BBC, sebelumnya juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov juga mengatakan jika warga Rusia dapat mengakses seluruh yang ada di dunia selama itu masih mengikuti aturan hukum. Ia juga mengatakan jika, "Kita tidak memiliki keinginan untuk memblokir apapun, tetapi ini menjadi alasan yag jelas untuk mengambil langkah dalam menekan perusahaan-perusahaan tersebut agar mau mengikuti aturan kita."