Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) menuding bahwa Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyetujui operasi khusus di Afrika. Langkah ini untuk menggulingkan pemimpin militer di Afrika.
“Pemerintahan Macron berusaha untuk mengembalikan pengaruh politiknya di Afrika. Setelah Prancis mengalami kemunduran usai rentetan kudeta militer dan berujung pudarnya pengaruh di Afrika beberapa tahun ini,” terangnya, dikutip Anadolu Agency, Selasa (3/2/2026).
Pekan lalu, Niger menuding Prancis terlibat dalam serangan teroris di Bandara Internasional Diori Hamani, Niamey. Junta militer Niger juga mengakui mendapat bantuan Rusia untuk meringkus kelompok teroris.
