Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Singkat dengan Ukraina
potret bendera Rusia (pexels.com/Rockwell branding agency)
  • Rusia mengumumkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina pada 8–9 Mei 2026 untuk memperingati 81 tahun kemenangan atas Nazi dalam Perang Dunia II.
  • Sebelum gencatan senjata berlaku, Rusia menyerang fasilitas gas Naftogaz di Poltava dan Kharkiv, menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan tersebut sebagai tindakan sinis, mengingat Rusia baru saja mengumumkan gencatan senjata demi perayaan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia mengumumkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Senin (4/5/2026).

Dilansir NPR, Selasa (5/5/2026), gencatan senjata ini ditetapkan untuk memperingati 81 tahun kemenangan Rusia atas pasukan Nazi, Jerman, saat Perang Dunia Ke-2. Gencatan senjata ini akan mulai berlaku pada Jumat (8/5/2026) dan Sabtu (9/5/2026) mendatang.

Oleh karena itu, Kemhan Rusia mengingatkan Ukraina untuk jangan melakukan serangan apa pun selama gencatan senjata berlangsung. Jika melanggar, mereka berjanji akan membalas dengan serangan yang lebih parah.

1. Rusia menyerang Ukraina sebelum gencatan senjata berlaku

ilustrasi serangan Rusia ke Ukraina (pexels.com/Алесь Усцінаў)

Namun, Rusia ternyata cukup cerdik. Sebelum gencatan senjata dimulai, mereka melakukan serangan ke situs produksi gas milik perusahaan energi Ukraina, Naftogaz, yang ada di daerah Poltava dan Kharkiv menggunakan drone dan rudal balistik. Serangan tersebut terjadi pada Senin malam waktu setempat.

Menurut CEO Naftogaz, Serhiy Koretskyi, serangan Rusia menewaskan setidaknya 5 orang dan melukai 37 lainnya. Tiga orang yang tewas merupakan pekerja di situs produksi gas tersebut, sedangkan dua lainnya merupakan petugas penyelamat yang sedang bertugas di lokasi kejadian. 

"Fasilitas produksi gas di wilayah Poltava dan Kharkiv menjadi sasaran serangan (Rusia)," kata Koretskyi, seperti dilansir The Strait Times.  

2. Presiden Ukraina mengecam serangan Rusia

potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)

Serangan Rusia ini menuai respons dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam pernyataannya, ia mengecam serangan tersebut karena Rusia baru saja mengumumkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina.

"(Ini) merupakan tindakan sinisme yang sangat besar untuk meminta gencatan senjata demi mengadakan perayaan propaganda sementara serangan rudal dan pesawat tak berawak dilakukan setiap hari menjelang gencatan senjata," kata Zelenskyy. 

3. Rusia sebelumnya juga pernah menetapkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina

Warga berdemo untuk mendesak Rusia berhenti menyerang Ukraina. (pexels.com/Martijn Stoof)

Pada awal April lalu, Rusia juga pernah menetapkan gencatan senjata singkat selama 32 jam dengan Ukraina. Saat itu, gencatan senjata diberlakukan untuk menghormati perayaan Hari Paskah Ortodoks.

Gencatan senjata ini diberlakukan setelah Zelenskyy meminta berulang kali kepada Rusia untuk menghentikan serangan selama Hari Paskah. Ini bertujuan untuk menghormati dan menjaga keamanan umat Kristen yang sedang merayakan hari agung tersebut.

“Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan itu. Masyarakat membutuhkan Paskah yang bebas dari ancaman dan pergerakan nyata menuju perdamaian dan Rusia memiliki kesempatan untuk tidak kembali melakukan serangan setelah Paskah juga,” ujar Zelenskyy dilansir CNN

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team