Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Saudi dan Qatar Upaya Turunkan Tensi Pakistan dan Afghanistan
peta wilayah Pakistan dan Afghanistan (pexels.com/Lara Jameson)
  • Arab Saudi dan Qatar berkoordinasi untuk menurunkan ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan demi menjaga stabilitas keamanan kawasan yang mulai terancam akibat konflik bersenjata.
  • Langkah diplomatik kedua negara muncul setelah Pakistan melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kabul, Kandahar, dan Paktia sebagai balasan atas serangan pasukan Afghanistan di perbatasan.
  • Konflik kedua negara memanas selama beberapa bulan terakhir karena sengketa wilayah dan tuduhan dukungan terhadap Taliban, menyebabkan korban jiwa serta meningkatnya risiko instabilitas regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arab Saudi dan Qatar ikut turun tangan untuk meredakan konflik antara Pakistan dan Afghanistan. Kabar ini disampaikan oleh seorang sumber yang tidak disebut namanya kepada AFP pada Jumat (27/2/2026).

Menurut sumber tersebut, langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di antara Pakistan dan Afghanistan. Sebab, hal tersebut akan membahayakan stabilitas keamanan di kawasan.

"Arab Saudi sedang berkoordinasi dengan Qatar untuk berupaya mengurangi ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan. Tujuannya adalah untuk meredakan situasi dan mencegahnya agar tidak lepas kendali," kata sumber tersebut, seperti dilansir CNA.

1. Pakistan melakukan serangan udara besar-besaran kepada Afghanistan

ilustrasi serangan militer (pexels.com/Pixabay)

Respons Arab Saudi dan Qatar ini terjadi tidak lama usai Pakistan melancarkan serangan ke Afghanistan pada Jumat pagi waktu setempat. Saat itu, Pakistan melakukan serangan udara besar-besaran ke beberapa wilayah di Afghanistan, yakni Ibu Kota Kabul, Kandahar, dan Paktia. 

Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, serangan ini ditujukan kepada pasukan milisi Taliban yang ada di ketiga wilayah tadi. “Target pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar," tulis Tarar di X.

Menurut Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, mengklaim setidaknya 133 pasukan Taliban tewas dalam serangan pada Jumat. Sementara itu, 200 anggota Taliban lainnya mengalami luka-luka. 

2. Serangan bertujuan untuk membalas serangan dari Afghanistan

potret bendera Afghanistan (unsplash.com/Farid Ershad)

Menurut keterangan Pemerintah Pakistan, serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Afghanistan di wilayah perbatasan pada Kamis (26/2/2026). Dalam serangan tersebut, pasukan Afghanistan berhasil menewaskan 10 pasukan Pakistan dan merebut 13 pos militer Pakistan.

Afghanistan mengklaim serangan yang dilakukan pada Kamis kemarin merupakan balasan atas serangan Pakistan pada Minggu (22/2/2026). Saat itu, pasukan Pakistan juga menyerang pasukan Afghanistan di wilayah perbatasan. 

Pakistan mengklaim berhasil membasmi 70 pasukan Afghanistan dalam serangan pada Minggu pekan lalu. Namun, Afghanistan membantah klaim tersebut. Mereka menambahkan bahwa sejumlah warga sipil juga menjadi korban akibat serangan Pakistan.

3. Konflik Pakistan-Afghanistan telah memanas dalam beberapa bulan terakhir

ilustrasi konflik Pakistan dan Afghanistan (pexels.com/Pixabay)

Selama beberapa bulan terakhir pada 2026 ini, konflik Pakistan dan Afghanistan memang kian memanas. Kedua negara saling melakukan serangan di daerah perbatasan hingga menewaskan puluhan jiwa.

Pakistan mengklaim telah menempuh upaya diplomasi dengan Afghanistan agar perang tidak terus terjadi. Langkah ini juga dilakukan agar situasi di perbatasan kembali stabil. Sayangnya, Afghanistan tidak kooperatif dan terus melakukan serangan-serangan ke pasukan Pakistan. Oleh karena itu, Pakistan tidak punya pilihan lain selain melakukan serangan balasan kepada mereka.

“Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui cara langsung dan melalui negara-negara sahabat. Mereka terlibat dalam diplomasi penuh. Namun, Taliban menjadi proksi bagi India,” kata Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, dilansir Al Jazeera

Sebagai informasi, konflik yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan ini disebabkan oleh sengketa wilayah. Selain itu, konflik juga diperparah karena Pakistan menuduh Afghanistan mendukung kelompok Taliban dalam melakukan teror di Pakistan.

Sebetulnya, Afghanistan telah membantah tuduhan tersebut. Namun, Pakistan bersikukuh bahwa Afghanistan menjadi salah satu pendukung Taliban di belakang layar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team