Baku Serang Memanas, Indonesia Desak Pakistan-Afghanistan Berdamai

Pemerintah Indonesia mendorong Pakistan dan otoritas Afghanistan segera menempuh jalur damai guna mengakhiri konfik senjata di perbatasan kedua negara.
Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Islamabad dan Kabul, yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai serangan udara dan operasi militer balasan.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela menegaskan pentingnya deeskalasi dan dialog sebagai jalan keluar dari konflik.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mendorong Pakistan dan otoritas Afghanistan untuk segera menempuh jalur damai guna mengakhiri perseteruan bersenjata yang terjadi di perbatasan kedua negara. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Islamabad dan Kabul, yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai serangan udara dan operasi militer balasan.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela menegaskan pentingnya deeskalasi dan dialog sebagai jalan keluar dari konflik.
“Indonesia berharap kedua negara bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi,” kata Nabyl dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurut Nabyl, langkah deeskalasi diperlukan agar konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan korban, terutama dari kalangan sipil. Ia menekankan, perlindungan warga sipil harus menjadi perhatian utama di tengah situasi yang memanas.
“Kita juga perlu memperhatikan keselamatan bagi para sipil, begitu pula dengan WNI yang berada di kedua negara,” ujar Nabyl.
Kemlu mencatat terdapat warga negara Indonesia yang bermukim di Pakistan maupun Afghanistan, sehingga perkembangan situasi terus dipantau secara intensif.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah memastikan seluruh WNI di Afghanistan dan Pakistan dalam kondisi aman meskipun sempat terjadi kontak senjata. Ia menyebut, tidak ada laporan WNI terdampak meski militer Pakistan dikabarkan sempat mengarahkan serangan ke ibu kota Afghanistan, Kabul.
“Seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kabul juga telah menyampaikan imbauan kepada para WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan ke luar domisili, menghindari area pemerintahan dan pusat keramaian, serta menjaga komunikasi dengan pihak KBRI. Data Kemlu menunjukkan jumlah WNI di Afghanistan saat ini sebanyak 43 orang, termasuk 15 orang yang merupakan keluarga besar KBRI Kabul.
Konflik terbaru dipicu serangan udara Pakistan ke provinsi Nangarhar dan Paktika pekan lalu. Otoritas Afghanistan mengklaim serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Sebagai respons, Afghanistan pada Kamis (26/2/2026) malam waktu setempat mengumumkan telah meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan.
















