Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan Iran melakukan serangan militer karena sudah diserang lebih dulu oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026). Sehingga, serangan yang dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya. Maka, tak ada pilihan lain selain dengan mengangkat senjata. SBY menggunakan istilah necessity of war (harus perang).
Namun, ia mengaku tidak tahu apa yang memicu Israel dan Negeri Paman Sam melakukan serangan militer lebih dulu terhadap Iran. Padahal, Negeri Paman Sam masih melakukan negosasi tidak langsung di Jenewa beberapa hari sebelumnya dengan Iran.
"Saya tidak tahu, apakah karena Presiden Trump dan Benyamin Netanyahu sudah give up terhadap perundingan dan tak tercapai kesepakatan, yang bisa menjawab itu mereka," ujar SBY ketika berbagi pandangan di akun YouTube resminya pada Selasa (3/3/2026).
Meski begitu selalu tersedia ruang bagi pemimpin politik tertinggi yakni presiden atau perdana menteri entah dengan harus berperang atau dengan cara lain.
