ilustrasi nepal (pixabay.com/Photodrishti)
Bhumika Shrestha merupakan sosok aktivis hak-hak LGBTQ+ berusia 37 tahun yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pergerakan. Ia telah lama berjuang melalui organisasi Blue Diamond Society untuk mendapatkan pengakuan identitas gender ketiga di Nepal. Atas dedikasi dan keberaniannya dalam menyuarakan kesetaraan, ia bahkan pernah menerima penghargaan International Women of Courage dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada tahun 2022.
Setelah resmi dilantik, Shrestha mengungkapkan perasaan campur aduknya terkait posisi baru yang ia emban di pemerintahan. Ia menyadari bahwa ekspektasi masyarakat, khususnya dari kelompok marginal, kini berada di tangannya untuk diperjuangkan dalam tingkat kebijakan nasional.
"Saya sangat bersemangat tetapi juga merasa memikul tanggung jawab di pundak saya, karena komunitas kami berharap saya menyuarakan isu-isu kami di parlemen," ujar Shrestha, dilansir Dawn.
Meski konstitusi Nepal saat ini sudah menjamin hak-hak komunitas marginal, Shrestha menekankan bahwa tantangan sebenarnya ada pada penerapan aturan tersebut. Menurutnya, pembuatan undang-undang dan kebijakan nyata yang berpihak pada rakyat kecil masih menjadi agenda mendesak yang harus segera diperjuangkan di parlemen.