Jakarta, IDN Times - Sejumlah negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda dan Kanada, memanggil duta besar Israel untuk mengecam perlakuan negara tersebut terhadap para aktivis armada bantuan menuju Gaza yang ditahan awal pekan ini.
Kecaman ini datang setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan puluhan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dipaksa bersujud dengan tangan terikat di belakang punggung. Ben-Gvir terekam mengejek para aktivis tersebut sambil mengibarkan bendera Israel.
“Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, mengalami perlakuan yang melanggar martabat kemanusiaan mereka,” kata Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dalam pernyataan di media sosial X pada Rabu (20/5/2026).
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga ikut mengecam tindakan Ben-Gvir seraya menyerukan pembebasan segera warga negaranya yang ikut ditahan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menyebut perlakuan pejabat sayap kanan Israel tersebut terhadap para aktivis GSF melanggar martabat dasar manusia.
