Aksi Ben-Gvir ke Aktivis GSF 2.0 Dikecam Netanyahu dan Menlu Israel

- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegur Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir atas video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang dinilai tidak mencerminkan nilai dan norma Israel.
- Menteri Luar Negeri Gideon Saar mengecam tindakan Ben-Gvir karena dianggap merusak citra Israel di mata dunia serta menghambat upaya diplomatik dan kerja keras lembaga pemerintah.
- Video viral perlakuan terhadap aktivis flotilla memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa yang menilai tindakan aparat Israel melanggar martabat manusia dan hukum internasional.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegur Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang dikenal sayap kanan, usai video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah Ben-Gvir di platform X, dia melakukan pelecehan verbal ke sejumlah aktivis yang tangannya diikat dan diminta bersujud. Para aktivis itu ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Video tersebut memicu kritik, termasuk dari internal pemerintahan Israel sendiri. Netanyahu menegaskan, Israel berhak mencegah armada flotila masuk ke wilayahnya, tetapi cara penanganan para aktivis dinilai tidak sesuai.
“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah flotila provokatif pendukung teroris Hamas memasuki wilayah perairan kami dan mencapai Gaza. Cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis flotila tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel,” kata Netanyahu, lewat akun @IsraeliPM, Kamis (21/5/2026).
Netanyahu mengatakan, dirinya telah meminta otoritas terkait segera mendeportasi para aktivis tersebut.
“Saya telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para provokator secepat mungkin,” ujarnya.
1. Menlu Israel kritik Ben-Gvir

Kritik juga datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menilai tindakan Ben-Gvir justru merugikan citra Israel di mata internasional. Dalam pernyataannya, Saar menyebut aksi tersebut telah merusak upaya diplomatik dan kerja berbagai lembaga Israel.
“Anda dengan sengaja telah merugikan negara kita dalam pertunjukan yang memalukan ini dan bukan untuk pertama kalinya. Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang telah dilakukan oleh begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel," kata dia.
2. Video aktivis diikat viral di media sosial

Kontroversi bermula ketika Ben-Gvir mengunggah video dengan caption, ‘Selamat datang di Israel’ yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi tangan terikat di depan tubuh mereka. Dalam video itu, Ben-Gvir terlihat berbicara dalam bahasa Ibrani kepada para aktivis. Salah satu aktivis kemudian membalas dengan seruan ‘Free Palestine!’
Tak lama setelah itu, aktivis tersebut tampak dilumpuhkan oleh tentara Israel. Ben-Gvir juga terlihat mengibarkan bendera Israel di depan para aktivis yang sedang duduk dengan tangan terikat.
Para aktivis tersebut sebelumnya dicegat tentara Israel saat berlayar membawa bantuan kemanusiaan dalam aksi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
3. Kecaman negara Eropa

Gelombang kecaman datang dari sejumlah negara Eropa setelah beredar video yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla diperlakukan secara tidak manusiawi oleh aparat Israel.
Video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memperlihatkan para aktivis yang sebelumnya dicegat di perairan internasional dalam kondisi tangan diikat dan dipaksa berlutut.
Reaksi keras muncul dari berbagai pemerintah Eropa yang menilai tindakan tersebut melanggar martabat manusia dan hukum internasional. Beberapa negara bahkan langsung memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan resmi.
















