Jakarta, IDN Times - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis ribuan dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, membuka kembali sorotan terhadap jaringan pergaulan mendiang miliarder itu dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Arsip tersebut memuat korespondensi, foto, dan catatan yang menyebut nama para raksasa teknologi, elite Wall Street, hingga pemimpin politik dan bangsawan asing.
Semua tokoh yang disebut dalam dokumen itu secara konsisten membantah keterlibatan dalam pelecehan seksual terhadap anak perempuan dan perempuan muda yang dilakukan Epstein. Hingga kini, tidak satu pun dari mereka yang didakwa dalam kasus pidana terkait penyelidikan tersebut.
Meski demikian, dokumen itu menunjukkan bahwa sebagian dari mereka tetap menjalin hubungan sosial atau bisnis dengan Epstein, bahkan setelah ia dikenal luas sebagai tersangka pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjara Manhattan pada 2019. Kasusnya terus memicu perhatian publik, terutama karena jejaring pergaulannya yang melibatkan tokoh-tokoh kelas dunia.
