Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Pangeran Andrew dan korespondensi dengan Kerajaan Inggris.

  • Elon Musk, Trump, dan tokoh politik AS lain juga terseret.

  • Dampak politik dari data Epstein yang terungkap.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis ribuan dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, membuka kembali sorotan terhadap jaringan pergaulan mendiang miliarder itu dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Arsip tersebut memuat korespondensi, foto, dan catatan yang menyebut nama para raksasa teknologi, elite Wall Street, hingga pemimpin politik dan bangsawan asing.

Semua tokoh yang disebut dalam dokumen itu secara konsisten membantah keterlibatan dalam pelecehan seksual terhadap anak perempuan dan perempuan muda yang dilakukan Epstein. Hingga kini, tidak satu pun dari mereka yang didakwa dalam kasus pidana terkait penyelidikan tersebut.

Meski demikian, dokumen itu menunjukkan bahwa sebagian dari mereka tetap menjalin hubungan sosial atau bisnis dengan Epstein, bahkan setelah ia dikenal luas sebagai tersangka pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjara Manhattan pada 2019. Kasusnya terus memicu perhatian publik, terutama karena jejaring pergaulannya yang melibatkan tokoh-tokoh kelas dunia.

1. Pangeran Andrew dan jejak korespondensi Kerajaan Inggris

Prince Andrew (instagram.com/theroyalfamily)

Nama Pangeran Andrew dari Inggris, yang kini tidak lagi menyandang gelar kerajaan, muncul ratusan kali dalam dokumen terbaru. Ia telah lama dibayangi pertanyaan soal hubungannya dengan Epstein, termasuk tuduhan mendiang Virginia Roberts Giuffre yang menyatakan dirinya diperdagangkan dan diperintahkan berhubungan seks dengan Andrew saat berusia 17 tahun.

Andrew berulang kali membantah tuduhan tersebut. Namun, Raja Charles III tetap mencabut gelar kerajaan adiknya itu, termasuk hak menggunakan gelar Duke of York, pada akhir tahun lalu.

Dokumen yang dirilis memperlihatkan berbagai email pribadi Epstein, termasuk undangan makan malam di Istana Buckingham dan tawaran Epstein untuk memperkenalkan Andrew kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun. Arsip itu juga memuat foto-foto yang tampak menunjukkan Andrew berlutut di atas seorang perempuan tak dikenal.

Sarah Ferguson, mantan istri Andrew, juga tercatat dalam korespondensi. Pada 2011 ia sempat menyatakan tidak akan pernah lagi berurusan dengan Jeffrey Epstein, namun dua bulan kemudian mengirim email meminta nasihat Epstein jelang tampil di acara Oprah Winfrey. Dalam balasannya, Epstein menulis bahwa dirinya digambarkan secara tidak adil sebagai pedofil oleh pers tabloid.

2. Elon Musk, Trump dan tokoh politik AS lain juga terseret

Presiden Donald Trump berpartisipasi dalam konferensi pers bersama penasihat DOGE, Elon Musk, pada Jumat, 30 Mei 2025, di Ruang Oval, Gedung Putih. (commons.wikimedia.org/Molly Riley)

Pendiri Tesla, Elon Musk, disebut dalam pertukaran email pada 2012–2013 terkait rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia. Namun, tidak ada bukti kunjungan tersebut terjadi.

Musk menegaskan penolakannya dengan menulis di X pada 2025, “Epstein mencoba mengajak saya ke pulaunya dan saya MENOLAK.”

Dilansir dari Korea Herald, Senin (2/2/2026) Richard Branson, pendiri Virgin Group, juga muncul dalam arsip melalui sejumlah email. Dalam salah satunya, Branson mengundang Epstein ke pulau pribadinya dan menulis, “Asal kamu membawa harem-mu!”

Meski demikian, perusahaannya menegaskan, interaksi itu terbatas pada konteks bisnis dan kelompok, serta dihentikan setelah muncul tuduhan serius.

Nama Donald Trump dan Bill Clinton juga kerap muncul dalam dokumen. Arsip tersebut memuat ribuan referensi tentang Trump, mulai dari gosip hingga komentar politik, meski Departemen Kehakiman menyatakan laporan ke hotline FBI terkait tokoh-tokoh terkenal cepat dinilai tidak kredibel.

Clinton, yang pernah terbang dengan pesawat pribadi Epstein dan bertemu dengannya di Gedung Putih, kembali menegaskan tidak mengetahui kejahatan Epstein. Perwakilannya menyebut hubungan itu diputus setelah dakwaan pidana pertama pada 2006.

3. Dampak politik dari data Epstein yang terungkap

Jeffrey Epstein: Filthy Rich (dok. Netflix/Jeffrey Epstein: Filthy Rich)

Dokumen juga menyinggung pemilik New York Giants, Steve Tisch, yang dihubungi Epstein soal perempuan dewasa. Tisch mengakui hubungan singkat tersebut dan menyatakan, “Dia adalah orang yang sangat buruk dan saya sangat menyesal pernah berhubungan dengannya.”

Sutradara Brett Ratner muncul dalam sejumlah foto bersama Epstein dan Jean Luc Brunel, agen model Prancis yang bunuh diri pada 2022 saat menunggu persidangan kasus pemerkosaan. Hingga kini, Ratner belum memberikan komentar.

Ketua panitia Olimpiade Los Angeles 2028, Casey Wasserman, tercatat bertukar email bernada genit dengan Ghislaine Maxwell. Ia menyatakan penyesalan dan menegaskan tidak pernah memiliki hubungan pribadi atau bisnis dengan Epstein. Maxwell kini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas kasus perdagangan seks.

Di Eropa, seorang penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia mengundurkan diri setelah korespondensinya dengan Epstein terungkap. Ia menyebut komunikasi tersebut bagian dari tugas diplomatik dan menegaskan tidak melakukan pelanggaran hukum.

Editorial Team