Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serangan Drone Hantam Pangkalan Militer Italia di Irak
pesawat tempur Italia (SCDBob, CC BY-SA 2.5 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.5>, via Wikimedia Commons)
  • Pangkalan militer Italia di Erbil, Irak, diserang drone yang menghancurkan kendaraan militer tanpa menimbulkan korban jiwa; penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan asal serangan.
  • Perang AS-Israel melawan Iran telah menewaskan hampir 1.400 orang di Iran dan merusak puluhan fasilitas kesehatan, sementara serangan balasan Iran juga menimbulkan korban di Israel.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menetapkan tiga syarat untuk mengakhiri perang: pengakuan hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, serta jaminan internasional agar agresi tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pangkalan militer Italia di Kurdistan Irak terkena serangan udara pada Rabu (11/3/2026) malam. Namun, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan.

Dilansir dari The Straits Times, Kementerian Pertahanan Italia awalnya menyebutkan adanya serangan rudal terhadap pangkalan militer di kota Erbil, tetapi sumber-sumber kementerian kemudian mengatakan bahwa yang terjadi adalah serangan drone yang menghancurkan sebuah kendaraan militer. Serangan tersebut kemungkinan terjadi secara tidak sengaja.

"Tidak ada korban jiwa atau cedera di antara personel Italia. Mereka semua baik-baik saja," tulis kementerian di X pada Kamis (12/3/2026).

1. Drone diduga jatuh usai kehilangan ketinggian saat terbang

UCAV Bayrakter TB-2 yang dibeli dari Turki untuk Angkatan Darat Bangladesh (Defence research forum, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Belum diketahui dari mana serangan tersebut berasal. Namun, menurut sumber-sumber di kementerian pertahanan, drone itu diduga jatuh setelah kehilangan ketinggian saat terbang.

Komandan pangkalan tersebut, Kolonel Stefano Pizzotti, mengatakan kepada bahwa personel militer telah diperingatkan tentang ancaman udara dan telah berlindung di bunker beberapa jam sebelum serangan terjadi. Ia juga menambahkan bahwa peringatan serangan udara telah berakhir, tetapi para ahli masih memeriksa dan mengamankan area tersebut.

Menurut situs web kementerian pertahanan, Italia memiliki sekitar 300 tentara di Erbil yang bertugas melatih pasukan keamanan Kurdi. Namun, Kolonel Pizzotti mengatakan jumlah tersebut baru-baru ini berkurang akibat bahaya dari perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

2. Hampir 1.400 orang tewas akibat serangan AS-Israel di Iran

Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Memasuki hari ke-13, perang masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. AS dan Israel mulai melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026 di tengah perundingan nuklir dengan Teheran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Perang ini telah menyebabkan sedikitnya 1.395 orang tewas di Iran. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengatakan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh negeri mengalami kerusakan akibat serangan AS-Israel yang semakin intensif.

“Kami memiliki 31 fasilitas klinis dan rumah sakit besar yang rusak. Dari jumlah tersebut, 12 rumah sakit kini tidak lagi beroperasi," katanya kepada Al Jazeera.

Sementara itu, para pejabat Israel melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan hampir 2 ribu lainnya terluka akibat serangan balasan Iran.

3. Presiden Iran berikan tiga syarat untuk akhiri perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan telah berbicara dengan pemimpin Rusia dan Pakistan serta menegaskan kembali komitmen Teheran terhadap perdamaian di kawasan. Ia menyebut konflik itu dipicu oleh rezim Zionis dan AS.

Dalam unggahannya di X, ia mengatakan bahwa perang hanya dapat diselesaikan melalui tiga syarat, yakni pengakuan atas hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan pemberian jaminan internasional yang kuat agar agresi serupa tidak terulang. Hingga kini, Washington belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team