Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 8 Orang, Termasuk Paramedis
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan delapan orang, termasuk tiga paramedis, dan melukai dua tentara meski gencatan senjata masih berlaku.
  • Militer Israel menghancurkan dua terowongan Hizbullah sepanjang total 2 km di Qantara menggunakan lebih dari 450 ton bahan peledak.
  • Sejak awal Maret 2026, bentrokan Israel-Hizbullah telah menewaskan lebih dari 2.500 orang dan memaksa 1,6 juta warga Lebanon mengungsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan Israel terus berlanjut di Lebanon selatan meski adanya gencatan senjata. Kementerian Kesehatan melaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan dua tentara terluka pada Selasa (28/4/2026).

Dilansir The New Arab, lima orang tewas akibat serangan udara Israel di kota Majdal Zoun, termasuk tiga paramedis dari pertahanan sipil Lebanon. Kementerian mengatakan, mereka terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan Israel menargetkan mereka saat sedang menjalankan misi penyelamatan.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam serangan tersebut, menuding Israel terus melanggar hukum dan konvensi internasional yang melindungi warga sipil.

  • https://www.newarab.com/news/israeli-strikes-kill-eight-south-lebanon-including-rescuers

  • https://www.straitstimes.com/world/middle-east/israeli-strikes-kill-eight-in-south-lebanon-health-ministry?ref=latest

  • https://www.aa.com.tr/en/middle-east/3-lebanese-civil-defense-members-trapped-under-rubble-after-israeli-strike/3920922

1. Israel juga targetkan patroli militer

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Serangan Israel juga menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya di kota Jebchit. Sementara itu, di kota Jwayya, satu orang tewas dan 15 lainnya terluka, termasuk anak-anak dan perempuan.

Militer Lebanon juga melaporkan dua tentaranya terluka akibat serangan Israel yang menargetkan patroli militer. Ini merupakan pertama kalinya pasukan Lebanon menjadi sasaran sejak gencatan senjata dimulai pada 17 April 2026.

Serangkaian serangan ini terjadi setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi terbaru kepada warga di sejumlah desa dan kota di Lebanon selatan. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa Tel Aviv tidak berniat menguasai wilayah Lebanon dan akan menarik pasukannya jika kelompok Hizbullah dan organisasi serupa lainnya telah dibubarkan.

2. Militer Israel hancurkan dua terowongan milik Hizbullah di Lebanon selatan

pos militer di Lebanon selatan (Mr.moyal, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Pada Selasa, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya di Qantara menemukan dua terowongan milik Hizbullah dengan panjang total mencapai 2 km. Terowongan itu kemudian dihancurkan menggunakan lebih dari 450 ton bahan peledak.

“Hari ini kami meledakkan terowongan teror besar Hizbullah,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seraya bersumpah akan terus menargetkan infrastruktur kelompok tersebut.

Dilansir dari The Straits Times, pejabat militer Israel menggambarkan terowongan tersebut sebagai instalasi militer bawah tanah yang sangat besar, yang terdiri dari satu terowongan sepanjang 800 meter dan terowongan lainnya sepanjang 1,2 kilometer, yang digunakan sebagai tempat berkumpul bagi pasukan Radwan, unit elite Hizbullah.

Kedua terowongan itu disebut dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, toilet, dapur kecil, dan lima ruang pertemuan. Militer Israel mengklaim bahwa infrastruktur tersebut dibangun dengan dukungan Iran tanpa memberikan bukti.

3. Israel dan Hizbullah saling lempar kesalahan

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Israel kembali menggempur Lebanon dan mengirim pasukannya ke wilayah selatan negara itu sejak awal Maret 2026, setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas perang Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Iran beberapa hari sebelumnya.

Pada 17 April 2026, Presiden AS, Donald Trump, untuk pertama kalinya mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang kemudian diperpanjang hingga 3 pekan. Meski demikian, kekerasan terus berlanjut, dengan Israel dan Hizbullah saling tuduh melakukan pelanggaran.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak awal Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 2.534 orang dan melukai 7.863 lainnya. Konflik ini juga menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, dikutip dari Anadolu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team