Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tentara Israel Lakukan Penjarahan Besar-besaran di Lebanon Selatan

Tentara Israel Lakukan Penjarahan Besar-besaran di Lebanon Selatan
tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza (IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Tentara Israel dilaporkan melakukan penjarahan besar-besaran terhadap rumah dan bisnis warga di Lebanon selatan, dengan barang curian seperti sepeda motor, televisi, hingga perabotan rumah tangga.
  • Laporan menyebut para komandan mengetahui aksi penjarahan namun tidak mengambil tindakan tegas, meski hal itu melanggar hukum kemanusiaan internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
  • Militer Israel mengklaim melarang penjarahan dan siap menindak pelaku, namun laporan menunjukkan lemahnya pengawasan di perbatasan serta tuduhan pelanggaran serupa juga terjadi di Gaza.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tentara Israel melakukan penjarahan besar-besaran terhadap properti sipil di Lebanon selatan. Aksi ini disebut diketahui oleh atasan mereka, tapi tidak ada satu pun tindakan disipliner yang diambil.

Menurut laporan Haaretz, para tentara dan komandan lapangan mengungkapkan bahwa penjarahan rumah dan tempat usaha di Lebanon selatan telah menjadi hal rutin selama berlangsungnya pendudukan dan agresi Israel. Barang-barang yang dicuri termasuk sepeda motor, televisi, lukisan, sofa, hingga karpet.

Ketika meninggalkan Lebanon, para tentara tersebut bahkan secara terbuka memuat barang-barang curian ke kendaraan mereka tanpa berusaha menyembunyikannya.

“Skalanya gila. Siapa pun yang mengambil sesuatu—televisi, rokok, peralatan, atau apa pun—langsung memasukkannya ke mobil mereka atau menaruhnya di samping. Ini bukan rahasia. Semua orang melihat dan mengerti," kata seorang tentara, dikutip dari The New Arab.

1. Para komandan tutup mata

tentara Israel
tentara Israel (Picture taken by Justin McIntosh,, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Laporan itu menyebutkan bahwa meskipun para komandan mengetahui soal pencurian tersebut, mereka tidak mengambil langkah berarti untuk menghentikannya. Padahal, penjarahan dan pencurian properti sipil selama konflik dilarang menurut hukum kemanusiaan internasional, bahkan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

“Di unit kami, mereka bahkan tidak berkomentar atau marah. Komandan batalion dan brigade tahu segalanya,” kata salah satu tentara.

Sumber lainnya mengatakan bahwa salam satu kasus, seorang komandan memarahi tentara yang memasukkan barang jarahan ke dalam jip dan memerintahkan mereka untuk membuangnya. Meski demikian, tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

“Para komandan memang menentangnya dan mengatakan ini serius, tetapi mereka tidak melakukan apa pun,” ujar tentara lainnya.

2. Penjarahan kian merajelala setelah pos pemeriksaan dibongkar

pasukan Israel
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Menanggapi laporan tersebut, militer Israel menyatakan bahwa pihaknya melarang keras aksi penjarahan dan siap mengambil langkah disipliner maupun pidana jika diperlukan. Mereka menambahkan bahwa polisi militer melakukan pemeriksaan di perbatasan antara Israel dan Lebanon demi mencegah penjarahan.

Namun, laporan Haaretz mengungkapkan bahwa beberapa pos pemeriksaan di titik keluar dari Lebanon selatan telah dibongkar, sementara pos lainnya tidak pernah didirikan.

“Ketika tidak ada hukuman, pesannya jelas. Jika ada yang diusir, dipenjara, atau polisi militer ditempatkan di perbatasan, hal ini akan segera berhenti," ujar seorang tentara.

3. Tentara Israel juga dituduh lakukan kejahatan perang di Gaza

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari Middle East Eye, tentara Israel telah dituduh melakukan pelanggaran hukum perang secara luas di Lebanon dan Gaza, termasuk penjarahan dan penghancuran infrastruktur sipil. Sebelumnya, sejumlah tentara juga terekam menghancurkan sebuah rumah di Lebanon selatan sebagai bentuk penghormatan kepada rekan mereka yang gugur.

Israel kembali melancarkan perang di Lebanon pada 2 Maret 2026, setelah kelompok Hizbullah menyerang negara Yahudi itu sebagai respons atas perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran beberapa hari sebelumnya. Sejak saat itu, pasukan Israel memperluas invasi darat di Lebanon selatan dengan maju beberapa kilometer melewati garis batas.

Meskipun gencatan senjata selama 10 hari telah diterapkan pekan lalu, pasukan Israel terus melanjutkan pengeboman dan penghancuran rumah-rumah di Lebanon. Mereka juga membentuk zona penyangga, yang membentang sekitar 10 km ke wilayah Lebanon selatan, di mana pasukan tetap dikerahkan dan akses warga sipil ke desa mereka dibatasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More