Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi badai (pixabay.com/fiquetdidier1)
ilustrasi badai (pixabay.com/fiquetdidier1)

Intinya sih...

  • Siklon Gezani menerjang Madagaskar untuk kedua kalinya, dengan kecepatan angin hingga 270 km/jam

  • 59 orang tewas, 15 hilang, dan 804 luka akibat badai ini, serta 16.428 warga mengungsi

  • Madagaskar tetapkan status bencana nasional, terima bantuan PBB senilai 3 juta dolar AS

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Madagaskar melalui kantor manajemen bencana nasional secara resmi mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat hantaman Siklon Gezani meningkat drastis menjadi sedikitnya 59 orang, pada Senin (16/2/2026).

Bencana alam ini merupakan badai tropis kedua yang menerjang negara di Samudera Hindia tersebut pada tahun ini, menyusul serangkaian cuaca ekstrem yang terus mengancam keselamatan warga di berbagai wilayah pesisir dan pedalaman.

Otoritas terkait saat ini tengah berfokus pada upaya penilaian dampak kerusakan menyeluruh serta penyaluran bantuan darurat bagi ratusan ribu penduduk yang terdampak langsung oleh angin kencang dan banjir besar.

Skala kehancuran yang ditimbulkan oleh fenomena meteorologi ini telah memicu krisis kemanusiaan baru di tengah upaya pemulihan negara, mengingat badai sebelumnya melanda dalam kurun waktu kurang dari dua minggu yang lalu.

1. Siklon Gezani berpotensi hantam Madagaskar untuk kedua kalinya

Siklon Tropis Gezani yang memiliki kekuatan destruktif besar pertama kali mendarat di kota pelabuhan Toamasina pada Selasa (10/2/2026). Badai ini mencatat kecepatan angin berkelanjutan hingga 185 kilometer per jam dengan hembusan maksimal mencapai 270 kilometer per jam. Kerusakan yang ditimbulkan sangat masif, termasuk hancurnya atap bangunan, tumbangnya tiang listrik, hingga pohon-pohon besar yang tercabut dari akarnya saat badai bergerak menuju Selat Mozambik.

Setelah sempat melemah saat melintasi daratan, sistem cuaca ini kembali menguat di perairan hangat Selat Mozambik dan diprediksi akan melakukan pendaratan kedua di wilayah barat daya Madagaskar pada Senin (16/2/2026). Otoritas meteorologi kini telah menetapkan status siaga merah untuk Distrik Ampanihy sebagai antisipasi pergerakan siklon yang diperkirakan melintas dekat dengan garis pantai. Meskipun curah hujan diprediksi tidak terlalu ekstrem, ancaman angin kencang tetap menjadi kewaspadaan utama bagi penduduk setempat.

Pihak layanan cuaca memberikan penegasan teknis mengenai intensitas badai ini yang terus dipantau melalui satelit.

"Siklon ini bergerak ke arah barat melintasi Selat Mozambik, membawa angin kencang dan gelombang laut setinggi hingga 10 meter di ujung selatan Mozambik," kata pihak layanan cuaca, dilansir Hindustan Times.

2. Siklon Gezani lumpuhkan Toamasina dan mengakibatkan puluhan korban jiwa

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Manajemen Risiko dan Bencana (BNGRC) pada Senin (16/2/2026), bencana Siklon Gezani telah menyebabkan 59 orang tewas, 15 orang hilang, dan 804 orang luka-luka. Selain menelan korban jiwa, badai ini memaksa 16.428 warga mengungsi setelah tempat tinggal mereka hancur diterjang angin kencang. Secara keseluruhan, terdapat 423.986 penduduk yang terdampak, dengan tingkat kerusakan paling parah terkonsentrasi di Toamasina, pusat ekonomi penting yang dihuni sekitar 300 ribu jiwa.

Kondisi infrastruktur di Toamasina saat ini dilaporkan lumpuh total karena sekitar 75 persen bangunan di kota tersebut mengalami kerusakan berat atau hancur sama sekali. Sebagian besar korban jiwa dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan yang tidak mampu menahan terjangan angin ekstrem, yang juga menghancurkan sedikitnya 18.797 rumah dan merusak lebih dari 51 ribu hunian lainnya. Selain itu, akses listrik dan air bersih telah terputus sepenuhnya sejak badai pertama kali menerjang, yang memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sektor pendidikan juga mengalami dampak signifikan dengan hancurnya 71 ruang kelas secara total dan kerusakan pada ratusan kelas lainnya, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Michel, seorang penduduk Toamasina, menggambarkan situasi memprihatinkan tersebut saat memberikan kesaksian mengenai kehancuran di lingkungannya.

"Ini adalah kehancuran yang luar biasa. Atap-atap rumah telah diterbangkan angin, dinding-dinding runtuh, tiang listrik tumbang, dan pohon-pohon tercerabut," kata Michel, dilansir Associated Press.

3. Madagaskar tetapkan status bencana nasional dan terima bantuan PBB

Presiden Madagaskar, Michael Randrianirina, secara resmi menetapkan status bencana nasional dan mengunjungi wilayah Toamasina pada Senin (16/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung skala kerusakan serta memimpin koordinasi upaya pemulihan darurat di lapangan. Pemerintah pusat kini tengah memobilisasi sumber daya nasional untuk menyalurkan bantuan makanan dan material bangunan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Kita dapat melihat dengan jelas apa yang sangat dibutuhkan Toamasina saat ini, yaitu makanan, kebutuhan pokok, dan material bangunan untuk membangun kembali semua yang telah hancur dengan cepat," kata Presiden Randrianirina dalam kunjungannya, dilansir CTV News.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons krisis kemanusiaan ini dengan mengucurkan dana darurat sebesar 3 juta dolar AS (Rp50,4 miliar) untuk mendukung operasional bantuan di Madagaskar. Dukungan internasional ini dinilai sangat krusial karena kerugian ekonomi akibat Siklon Gezani diperkirakan mencapai 142 juta dolar AS (Rp2,3 triliun). Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengonfirmasi pemberian bantuan tersebut melalui konferensi pers di New York untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.

Langkah pemulihan ini menjadi tantangan besar bagi Madagaskar yang merupakan salah satu negara dengan tingkat kemiskinan tinggi dan sering dilanda cuaca ekstrem. Dana bantuan dari PBB diharapkan dapat mempercepat distribusi kebutuhan pokok bagi ratusan ribu penduduk yang terdampak banjir dan angin kencang. Pemerintah Madagaskar pun berkomitmen untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat guna membangun kembali infrastruktur yang lumpuh pascabencana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team