Jakarta, IDN Times - Risiko konflik dengan Amerika Serikat (AS) terus menghantui warga Iran. Sebagian dari mereka yakin hal tersebut akan terjadi dalam waktu dekat, mengingat ketegangan antara kedua negara yang terus meningkat.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan tengah mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran jika kesepakatan terkait program nuklir Teheran tidak kunjung tercapai. Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (23/2/2026) menegaskan bahwa serangan sekecil apa pun akan dianggap sebagai tindakan agresi.
“Saya tidak tidur nyenyak pada malam hari meskipun sudah minum obat,” kata Hamid, seorang warga Teheran, dikutip dari SCMP.
Dalam situasi seperti ini, ia hanya mengkhawatirkan nasib anak-anak dan cucu-cucunya.
“Saya sudah menjalani hidup saya, tetapi mereka belum merasakan hal-hal baik dalam hidup; mereka tidak memiliki kesenangan, kenyamanan, waktu luang, maupun kedamaian. Saya ingin mereka setidaknya bisa merasakan hidup meski sebentar. Tetapi saya takut mereka mungkin tidak akan mendapat kesempatan itu,” ujarnya.
