Teheran, IDN Times - Sepasang suami istri lansia di Iran ditangkap oleh kepolisian setempat setelah membunuh putra mereka sendiri yang juga merupakan seorang sutradara, Babak Khorramdin, pada hari Jumat, 21 Mei 2021, waktu setempat. Mereka melakukannya dengan alasan harga diri serta status anaknya yang masih belum menikah. Bagaimana awal ceritanya?
Suami Istri Lansia di Iran Ditangkap Atas Kasus Pembunuhan
1. Kedua pelaku tersebut kemungkinan menghadapi ancaman hukuman mati
Dilansir dari The Guardian, kedua pelaku tersebut juga telah mengaku melakukan pembunuhan terhadap menantu mereka sendiri serta putrinya sendiri dengan cara yang sama. Kasus tersebut mengejutkan Iran, di mana telah tersebar di halaman depan surat kabat setempat serta memicu pembicaraan banyak netizen di media sosial mengenai sistem hukum yang menawarkan keringanan hukuman relatif kepada orangtua yang membunuh keturunan mereka sendiri.
Pembunuhan tersebut biasanya termasuk pelanggaran berat di Iran, tetapi orang yang membunuh anak-anak mereka menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara. Namun, kedua orangtua tersebut bisa menghadapi hukuman mati jika mereka diadili atas pembunuhan menantu mereka sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, 16 Mei 2021, dinihari waktu setempat dan polisi telah dipanggi ke wilayah pinggiran kota Ekbatan Teheran, Iran, setelah seseorang melihat bagian tubuh manusia di tempat sampah.
2. Alasan kedua pelaku membunuh menantunya sendiri karena bertindak kasar
Pihak kepolisian setempat telah menemukan jasad manusia, termasuk 2 tangan dan menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi korban, lalu mereka kemudian pergi ke rumah orangtua Khorramdin. Kedua pelaku bernama Iran Khorramdin (74 tahun) dan Akbar Khorramdin (81 tahun) mengatakan kepada polisi bahwa mereka telah menggunakan obat tidur untuk melumpuhkan putra mereka sebelum mencekik dan menikamnya serta melakukan mutilasi. Setelah ditahan, mereka juga mengakui melakukan pembunuhan terhadap menantu dan putrinya dengan cara yang sama sekitar 10 tahun yang lalu.
Kedua orangtua tersebut mengklaim alasan membunuh menantunya sendiri dengan alasan menantu tersebut bertindak kasar dan mereka juga membunuh putri mereka dengan alasan kecanduan narkoba. Mereka juga menargetkan putranya sendiri karena statusnya masih belum menikah. Selama proses persidangan, Akbar mengatakan bahwa tidak menyesal atas perbuatan yang dilakukannya dan menganggap anak-anaknya sudah rusak serta ia telah bersyukur kepada Tuhan.
3. Banyak yang menganggap peristiwa terhadap Khorramdin merupakan salah satu contoh kasus pembunuhan yang dilakukan orangtua terhadap anak di Iran
Sebagian besar netizen global bereaksi keras terhadap peristiwa yang menimpa Khorramdin di media sosial. Seorang analis dan editor Timur Tengah di Iran Internasional TV, Jason Brodsky, mengatakan ia berpikir kematian tragis Khorramdin hanyalah contoh terbaru dari pola panjang domestik kasus pembunuhan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya sendiri yang selama ini terjadi di Iran.
Peristiwa itu juga mengikuti kematian tragis dari Ali Fazeli Monfared, yang dibunuh oleh keluarganya sendiri setelah mengetahui dia adalah seorang gay. Belum lagi dengan kasus tahun 2020 lalu yang menimpa seorang anak perempuan berusia 14 tahun bernama Romina Ashfrafi yang dibunuh oleh ayahnya sendiri demi sebuah kehormatan. Dia juga menambahkan ini adalah area yang perlu ditangani komunitas internasional dengan Iran.