Madinah, IDN Times - Cuaca panas dan udara kering di Arab Saudi menjadi tantangan kesehatan utama bagi jemaah haji Indonesia. Meski belum memasuki puncak musim panas, kondisi suhu di Tanah Suci saat ini dilaporkan jauh lebih tinggi dan lebih kering dibandingkan dengan di Tanah Air.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. M. Fathi Banna Al Faruqi, anggota Tusi PKPPJH Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara. Berdasarkan pemantauannya, suhu di Kota Makkah pada siang hari sudah menembus angka 39 derajat Celcius, sementara di Madinah mencapai 38 derajat Celcius.
"Suhunya tinggi, dan karena perbedaan suhu ini (udara) lebih panas dan juga kering. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang dikhawatirkan mengganggu proses ibadah jemaah," ujar dr. Fathi.
