Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenhut Luncurkan Aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di INDOFEST

Kemenhut Luncurkan Aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di INDOFEST
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (Dok. Kemenhut)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemenhut meluncurkan aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di INDOFEST 2026 sebagai langkah digitalisasi untuk mempermudah akses informasi dan pembelian tiket taman nasional di seluruh Indonesia.
  • Menhut Raja Juli Antoni menyoroti peningkatan tren kunjungan ke 57 taman nasional dan 143 taman wisata alam, menandakan minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang terus tumbuh.
  • Sekitar 93 persen taman nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik, dengan Kemenhut terus mengatasi kendala infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi seperti panel surya di daerah terpencil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melincurkan aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan, aplikasi ini merupakan upaya transformasi digital sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan kunjungan ke taman nasional di seluruh Indonesia.

“Hari ini saya dengan senang hati me-launching aplikasi Ayo ke Taman Nasional, sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat. Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” ujar dia.

1. Menhut ungkap tren kenaikan kunjungan

Seorang pejabat Kementerian Kehutanan berbicara dengan mikrofon saat Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang bersama aparat terkait.
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Raja Antoni mengatakan, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 143 taman wisata alam yang tren kunjungan setiap tahunnya terus meningkat.

“Kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mal, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” ujar Raja Antoni.

Dia mengatakan, Kemenhut memiliki tanggung jawab untuk memastikan kawasan konservasi yang dikunjungi masyarakat memberikan pengalaman yang aman dan nyaman.

“Saya sebagai Menteri Kehutanan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam yang bapak ibu kunjungi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh pengunjung,” kata dia.

2. Kemenhut soroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan taman nasional

Kemenhut Luncurkan Aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di INDOFEST
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. Kemenhut)

Raja Antoni juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan taman nasional. Dia mengatakan, saat pertama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, sistem penjualan tiket di sejumlah kawasan konservasi masih dilakukan secara manual dengan sistem sobek tiket atau bonggol.

“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujar dia.

3. 93 persen taman nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik

Kemenhut Luncurkan Aplikasi ‘Ayo ke Taman Nasional’ di INDOFEST
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026). (Dok. Kemenhut)

Oleh karena itu, Menhut Raja Antoni terus mendorong percepatan digitalisasi layanan yang hingga saat ini, 93 persen taman nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik. Selain itu, Kemenhut juga terus mengatasi berbagai kendala infrastruktur di kawasan terpencil melalui pemanfaatan teknologi.

“Sekarang sudah 93 persen kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita. Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” kata Raja Antoni.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More